Greenpeace activists transmitted to the conference live images of the coal plant as a laser projector beamed messages such as CLIMATE CHANGE STARTS HERE" and "COAL KILLS" in front of Mae Moh coal power plant.
Besarkan Gambar
Bogor, Indonesia —
Greenpeace menyambut baik prakarsa Pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan pertemuan Informal Tingkat Menteri sebelum putaran perundingan iklim di Bali bulan Desember yang akan datang dimulai. Pertemuan ini melanjutkan momentum yang telah tercipta pada pertemuan tingkat tinggi PBB tentang perubahan iklim baru-baru ini dengan pesan politik yang cukup kuat, bahwa banyak pemerintah negara dunia menyatakan kesiapan serta bersedia untuk berunding secara serius di Bali.
Pertemuan Bali harus menghasilkan suatu kerangka
perundingan yang ambisius berupa pengurangan emisi secara tajam oleh negara-negara maju, partisipasi negara-negara yang lebih luas lagi, dan pengurangan emisi karbon melalui penghentian deforestasi dan pengendalian konversi hutan alam yang agresif untuk perluasan perkebunan.
Pertemuan Bali harus menciptakan mekanisme yang akan mengarah pada perombakan mendasar sektor energi yang didasarkan pada energi terbarukan
dan efisiensi energi, serta memasukkan tata-cara pembayaran kembali dampak dari perubahan iklim yang tak terhindarkan, utamanya di negara-negara berkembang, dengan tetap memperhatikan pentingnya menyiapkan perangkat kebijakan untuk mencegah dan menangani biaya-biaya sosial dan ekologis dari solusi di atas.
Kami menyambut baik pernyataan para menteri bahwa perundingan-perundingan iklim tersebut harus dimulai di Bali.
Mereka harus pula mengakui pentingnya menetapkan tahun 2009 sebagai batas waktu untuk menyepakati paket perundingan ini. Penguatan dan pendalaman Protokol Kyoto fase kedua pasca 2012 harus menjadi fokus bagi pemerintah seluruh negara. Inisiatif baru-baru ini
yang terjadi di luar proses PBB telah mempromosikan target ‘aspiratif’
dan suatu perangkat yang berbasis kesukarelaan. Hal ini tidak hanya akan
menjadi pengalih perhatian dari misi penting untuk melindungi iklim, namun lebih buruk, merupakan upaya yang sengaja dilakukan untuk menggagalkan Kyoto, serta membiarkan terus berlangsungnya ‘business as usual’ sehingga tidak terjadi apapun. Kami mendesak pemerintah-pemerintah untuk menolak ajakan menuju ke jalan tak berujung tersebut.