Tanggapan Greenpeace Indonesia atas aksi masyarakat Kendeng: Sudah saatnya Presiden Jokowi berbicara dengan masyarakat.

Siaran Pers - 17 Maret, 2017
“Sudah saatnya Presiden Joko Widodo hadir dan berbicara langsung kepada masyarakat Kendeng tentang kehancuran lingkungan akibat penambangan batu kapur yang mengancam hidup masyarakat, serta segera memenuhi janji untuk memberi perlindungan bagi mereka,” kata Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia.

Aksi masyarakat Kendeng, Jawa Tengah ini adalah bukti bagaimana pemerintah tidak mau mendengarkan apalagi mempertimbangkan suara rakyat yang masa depannya dirugikan oleh kebijakan pembangunan, yang secara ekologis dampaknya juga sangat merusak.

Greenpeace bersolidaritas dan mendukung aksi langsung tanpa kekerasan yang dilakukan masyarakat Kendeng di depan Istana Merdeka, yang menuntut perlindungan sumber air yang akan dihancurkan oleh penambangan batu kapur untuk kepentingan industri semen. 

“Sejak kepemimpinan Presiden Jokowi, sudah cukup banyak  warga negara Indonesia yang lahan pertanian produktifnya terancam dirusak oleh proyek pembangunan, untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur. Secara khusus Greenpeace mengkritisi gelombang pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, termasuk di antaranya ekspansi industri semen yang mengancam kawasan-kawasan karst vital di nusantara, sekaligus mengancam penghidupan banyak komunitas petani yang bergantung kepadanya,” ujar Leonard. 

“Ada banyak pilihan investasi ramah lingkungan yang bisa dipilih Presiden untuk mensejahterakan Indonesia tanpa meminggirkan masyarakat kecil yang notabene lebih lemah posisi politiknya dibanding kaum industrialis.  Untuk  itu dibutuhkan empati yang kongkrit serta kebijakan pembangunan yang kreatif, yang memperhatikan syarat-syarat keselamatan masyarakat dan keberlanjutan ekologis jangka panjang.”

 

Kontak Media:

Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, Tel 081311175291