AKSI: Cinta Dari Burberry

Aktivis Greenpeace di seluruh dunia beraksi menantang Burberry untuk menghentikan kisah cintanya yang beracun

Siaran Pers - 25 Januari, 2014
Jakarta, 25 Januari, 2014 – Aktivis Greenpeace di 12 kota [1] di seluruh dunia beraksi menantang merek kenamaan Inggris, Burberry untuk menghentikan kisah cintanya yang beracun dengan berhenti menggunakan bahan kimia berbahaya beracun dalam produksi mereka dan segera berkomitmen untuk menjalankan Detox.

Beragam aksi dilakukan di depan toko Burberry dari Kota Jakarta hingga Moskow, para aktivis hari ini bermunculan sebagai Monster Kecil berbahaya yang melekat pada pakaian berlabel mewah ini.

Ahmad Ashov, Jurukampanye Detox Greenpeace Indonesia, mengatakan:

“Burberry mengklaim bahwa produk mereka hadir ‘dengan cinta’ namun sangat disayangkan mereka tidak menjelaskan kepada publik bahwa produk mereka juga datang dengan ‘Monster Kecil Beracun’. Greenpeace mendesak kepada pembuat trend fashion ini untuk memberi para pelanggan mereka, masyarakat, serta generasi mendatang sebuah hadiah yang menyenangkan: fashion tanpa bahan kimia berbahaya.”

Aksi hari ini dilakukan menyusul kampanye Detox yang baru saja meluncurkan laporan tentang pakaian anak yang dibuat oleh berbagai merek [2]. Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa hampir semua produk Burberry yang diuji terbukti mengandung zat yang jika terlepas ke lingkungan dapat menjadi bahan kimia beracun dan menganggu sistem hormon makhluk hidup.

“Masalahnya bukan hanya apakah Anda membeli produk Burberry atau tidak, monster-monster beracun ini ada dimana-mana - terlepas bebas dari pabrik-pabrik, terlepas dari pakaian kita saat dicuci dan bahkan dalam beberapa kasus, terbebas ke udara. Beberapa merek lain telah menunjukkan kepada Burberry bahwa fashion tak perlu mengorbankan planet ini, waktunya mereka menciptakan tren, berhenti menjadi penyebar bahan kimia beracun dan menjadi bagian dalam solusi Detox,” lanjut Ahmad Ashov.

Beberapa sampel dari berbagai merek yang diuji dalam laporan yang sama juga dijual dan diproduksi di Indonesia. 2 dari 4 produk yang dijual di Indonesia dan 4 dari 6 produk yang diproduksi di Indonesia teridentifikasi positif mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Hal ini menunjukkan masih lemahnya peraturan perundang-undangan Pemerintah Indonesia dalam manajemen bahan kimia berbahaya, termasuk peraturan mengenai kandungan bahan kimia berbahaya dalam berbagai produk.

Berkat suara masyarakat global, merek-merek fashion ternama seperti Valentino, Zara dan Mango sudah berkomitmen untuk men-Detox pakaian dan proses produksinya dari bahan-bahan kimia berbahaya. Greenpeace mendesak merek-merek besar seperti Burberry untuk segera berkomitmen men-Detox seluruh rantai pasokan mereka dan menargetkan Nol Pembuangan bahan kimia berbahaya pada tahun 2020.

Catatan editor

  1. Aksi dilakukan di Amsterdam, Beijing, Budapest, Hamburg, Jakarta, Hong Kong, London, Mexico City, Moscow, Rome, Taipei, Vienna
  2. Laporan yang dipublikasikan oleh Greenpeace Asia Timur Sebuah Cerita Kecil Tentang Para Monster di Lemari Pakaianmu: http://www.greenpeace.org/eastasia/publications/reports/toxics/2014/little-story-monsters-closet/

Kontak:

Ahmad Ashov Birry, Jurukampanye Detox Greenpeace Indonesia, 0811 1757 246
Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, 0811 1461 674