Blusukan Asap Langkah Awal Menyelesaikan Kebakaran Hutan

Siaran Pers - 14 Nopember, 2014
Walhi, Yayasan Perspektif Baru, dan Greenpeace Indonesia, telah berdiskusi dengan Menteri LH dan Kehutanan untuk Presiden Jokowi Blusukan Asap

Jakarta, 14 November 2014 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat diharapkan untuk segera Blusukan Asap ke lokasi kebakaran hutan dan lahan gambut karena hal itu langkah awal supaya dapat memahami permasalahan kebakaran hutan dan lahan gambut secara mendalam di berbagai daerah di Indonesia. Kemudian langkah Blusukan Asap tersebut diharapkan ditindaklanjuti dengan upaya-upaya nyata bersama untuk mengakhiri bencana ekologis kebakaran hutan secara menyeluruh.

Permintaan tersebut kembali disuarakan organisasi - organisasi civil society bersama-sama masyarakat dalam acara Kongkow Ijo, yang digelar Yayasan Perspektif Baru (YPB), Walhi, dan Greenpeace Indonesia pada Jumat (14/11) di Jakarta.

Di acara Kongkow Ijo digelar diskusi bertema Mendorong Solusi Kebakaran Lahan Gambut dan Hutan Indonesia. Kemudian pemutaran film berjudul “Years of Living Dangerously” yaitu film dokumenter yang dibintangi Harrison Ford saat mengunjungi hutan di Indonesia. Juga digelar Simulasi Asap sehingga para peserta yang hadir merasakan langsung betapa sulitnya hidup dan bernapas dalam keadaan yang dipenuhi asap seperti yang dialami masyarakat di lokasi kebakaran hutan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Hadir dalam acara tersebut pendiri Yayasan Perspektif Baru Wimar Witoelar, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Abetnego Tarigan, Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting, CEO The Body Shop® Indonesia Suzy Hutomo, serta perwakilan masyarakat korban kebakaran lahan gambut dan hutan Riau Rachmi Carolina dari Riau.

Dalam acara diskusi di Kongkow Ijo para narasumber dan peserta menilai Blusukan Asap harus menjadi prioritas dan agenda utama Presiden Jokowi karena itu menjadi bagian dari solusi mengatasi kebakaran lahan gambut dan hutan.

Wimar Witoelar mengatakan surat resmi YPB, Walhi, Greenpeace Indonesia yang dikirim pada 29 Oktober 2014 untuk mengajak dan bersedia memandu Presiden Jokowi blusukan asap telah mendapat respon positip. “Pada Kamis pagi (13/11) kami telah bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya membahas mengenai rencana presiden untuk Blusukan Asap,” kata dia.

Menurut Longgena, "Kita berkejaran dengan waktu untuk menyelamatkan hutan dan gambut kita tersisa. Bila kita gagal menyelamatkannya maka kita akan kalah dalam melawan perubahan iklim. Kita harus menyelamatkan gambut sebelum terlambat."

Abetnego mengatakan, dengan dukungan publik yang sangat besar, “Blusukan Asap” menjadi momentum terobosan Jokowi dalam menyelesaiakan akar masalah kebakaran hutan dan bencana asap di Indonesia. Jokowi tidak boleh ragu untuk melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran dan pengrusakan hutan dan gambut yang telah menyebabkan bencana asap. Pencabutan izin perusahaan adalah bentuk ketegasan negara dalam menjamin hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Suzy Hutomo sebagai CEO The Body Shop® Indonesia memberikan perspektif nya sebagai pelaku bisnis, penanganan ini juga seharusnya merupakan perhatian pemerintah dan dunia bisnis. Banyak pihak-pihak di dunia bisnis yang digelutinya dirugikan karena ditutupnya penerbangan-penerbangan ke wilayah tersebut, dan hunian hotel juga menurun.

Permintaan dan dorongan agar Presiden Jokowi Blusukan Asap sebagai langkah awal upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut juga banyak disuarakan publik. Ini terlihat dari terus bertambahnya dukungan pada petisi di www.change.org/blusukanasap 

Petisi yang diluncurkan pada Selasa, 28 Oktober 2014 tersebut hingga Jumat siang (14/11) telah mendapat dukungan 26.162 orang. Berdasarkan hal tersebut Blusukan Asap ke lokasi kebakaran gambut dan hutan merupakan kesempatan Jokowi menunjukkan komitmen pro rakyat dan pro lingkungan. Ini bisa menjadi salah satu tonggak sejarah penyelamatan masyarakat Indonesia dari bencana yang sudah 17 tahun tidak selesai ditangani.

• Keterangan tentang Yayasan Perspektif Baru (YPB) dapat dilihat di situs  www.perspektifbaru.com

• Keterangan tentang Walhi dapat dilihat di situs www.walhi.or.id

• Keterangan tentang Greenpeace Indonesia dapat dilihat di situs www.greenpeace.or.id

Kontak Media :

Melda Wita, Yayasan Perspektif Baru, Telepon 021-72790028, Hp: 081511039045, E-mail:

Kategori