Energi Terbarukan untuk menyinari Candi Borobudur

Siaran Pers - 14 Oktober, 2012
Magelang, 13 Oktober 2012— Hari ini Greenpeace memulai pemasangan system penerangan tenaga surya di Candi Borobudur, yang terletak di Kabupaten Magelang.

Selain pemasangan tenaga surya tersebut, Greenpeace juga memulai pembangunan Climate Rescue Station mengawali aktifitas sosialisasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang energi terbarukan di Indonesia, yang akan berlangsung selama dua minggu. Acara ini bertujuan untuk mendesak pemerintah Indonesia agar segera melakukan implementasi energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi kotor seperti batubara. Sistem penerangan solar panel akan selesai dan mulai bisa digunakan pada 28 Oktober, 2012.  

“Greenpeace menyinari Borobudur untuk memberikan pencerahan bagi Indonesia tentang visi kami mengenai energi yang bersih dan aman untuk masa depan. Kami ingin mengingatkan masyarakat Indonesia, terutama kepada pemerintah agar kita dapat bekerjasama dalam hal energy terbarukan demi masa depan yang lebih baik,” kata Arif Fiyanto, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia. 

“Pemerintah harus beralih kepada energy terbarukan, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari bahaya lingkungan dan kesehatan karena terpapar polusi batubara, namun juga sebagai bagian dari upaya untuk mencegah dampak perubahan iklim menjadi lebih buruk. Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar ikut menjadi bagian solusi dan bergabung dengan pergerakan ini dengan mengunjungi Climate Rescue Station di Borobudur, atau kunjungi website kami,” tambahnya.

Borobudur, merupakan candi Buddha terbesar, yang dibangun pada abad ke 9. Borobudur merupakan kawasan wisata yang menarik bagi para turis dan dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Dibangun sebagai sebuah kuil, Borobudur mengajarkan tema-tema penderitaan manusia, reinkarnasi dan pencerahan. Hari ini, simbol itu adalah untuk pencerahan tidak hanya di Indonesia tetapi untuk orang di seluruh dunia. Greenpeace memberi sistem penerangan tenaga surya di sekitar kompleks candi untuk menunjukkan energy terbarukan yang tidak hanya mungkin namun menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.  

“Kami memberikan apresiasi kepada Greenpeace yang mempelopori penggunaan energy tenaga surya untuk penerangan Borobudur di malam hari, harapan kami adalah agar masyarakat semakin sadar bahwa penggunaan tenaga surya sebagai sumber energy semakin familiar, sehingga mengurangi ketergantungan kita terhadap energy fosil, “ kata Marsis Sutopo, Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Indonesia merupakan Negara dengan posisi garis khatulistiwa yang strategis maka sumber energy panas matahari melimpah ruah sepanjang tahun, namun sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal untuk memasok kebutuhan energy sehari-hari.  

Potensi energy terbarukan sangat melimpah di Indonesia, dan potensi kelimpahan energi panas bumi mencapai 40% dari total cadangan di dunia. Namun, data pemerintah menunjukkan bahwa penggunaan energy terbarukan di Indonesia baru mencapai angka 5% (atau setara dengan 1,345 megawatt) dari keseluruhan sumber energy total di Negara ini. 

Greenpeace menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar segera mengembangkan pemanfaatan energy terbarukan dengan:  

1) menyusun target yang ambisius dan mengikat untuk energy terbarukan

 2) menjamin adanya akses utama bagi pembangkit tenaga energy terbarukan

3) memberikan pajak yang jelas dan stabil untuk para investor energy terbarukan dan

4) mencabut subsidi untuk energi fosil, dan meminta semua perusahaan energi fosil untuk memikul tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diakibatkan oleh mereka

Proyek energi terbarukan Greenpeace dinamakan Berani, yang juga berarti menyerukan kepada seluruh masyarakat Indoenesia agar ikut menjadi bagian pergerakan ini dan menjadi pemenang dalam solusi energi yang bersih dan aman. Greenpeace bekerjasama dengan komunitas lokal, masyarakat sipil, dan sektor energi terbarukan, serta jajaran pemerintah di tingkat nasional maupun lokal, untuk mempromosikan penerapan energi terbarukan adalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan dan merupakan pilihan terbaik untuk Indonesia.

“Energi terbarukan merupakan kunci utama kesuksesan ekonomi berkelanjutan yang adil dan merata. Kami menyerukan kepada seleuruh masyarakat Indoenesia untuk bergabung dengan kampanye kami dan menjadi bagian dari pergerakan ini, menuju masa depan yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung kepada ketersediaan energy bersih untuk semua,” kata Arif. 

Pada kesempatan kali ini, Greenpeace juga bekerjasama dengan Aliansi Mayarakat Adat Nusantara (AMAN), dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman tentang Komunitas Adat Berbasis Energi Terbarukan. Kerjasama ini merupakan upaya promosi solusi pemenuhan kebutuhan energi dengan energi terbarukan bagi masyarakat Indonesia, khususnya komunitas adat yang hidup di pedalaman yang belum mendapatkan pasokan listrik. 

Selama dua minggu ke depan, akan ada berbagai kegiatan seperti pameran, workshop, dan atraksi panggung di Climate Rescue Station, serta kegiatan solidaritas bersama untuk mempromosikan energy terbarukan di beberapa kota.                                                                    
Climate Rescue Station akan berada di Taman Lumbini, Candi Borobudur hingga 28 Oktober, 2012. 

Greenpeace adalah organisasi kampanye global independen yang beraksi untuk melakukan perubahan, melindungi dan menyelamatkan lingkungan, serta mempromosikan perdamaian 

Catatan untuk editor:

Climate Rescue Station adalah bola dunia dengan struktur empat lantai, yang digunakan sebagai musium untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang solusi energy terbarukan dan memerangi perubahan iklim. CRS telah digunakan di berbagai negara sebagai platform untuk mengatakan kepada dunia bahwa setiap orang bisa berkontribusi apa saja untuk mencegah perubahan iklim—tetapi hanya jika pemerintah mengembangkan energy terbarukan. 

Pertama kali diluncurkan di Polandia pada tahun 2008, di salah satu daerah yang dibuka untuk pertambangan di Eropa dan mengekspos bagaimana batubara menghancurkan mata pencaharian dan kesehatan masyarakat sekitar. CRS telah berkeliling dunia untuk menarik perhatian public terhadap isu perubahan iklim dan solusinya. Sumber energy listrik CRS berasal dari tenaga surya dan angina. Saat ini CRS berada di Indonesia untuk menunjukkan betapa mudahnya penggunaan energy terbarukan, dan cepatnya system energy terbarukan dapat diterapkan. 

Kunjungi situs web kami untuk mendukung pergerakan ini: www.berani.greenpeace.or.id

Kontak:

Arif Fiyanto, Team Leader Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, 08111805373
Hindun Mulaika, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, 08118407113
Marsis Sutopo, Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, 081537617932
Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, 08111461674