Energi terbarukan dapat mengangkat negara-negara ASEAN keluar dari kemiskinan serta menghentikan emisi karbon berbahaya, demikian laporan Greenpeace terbaru

Siaran Pers - 24 September, 2013
Bali, Indonesia , 24 September 2013 - Greenpeace Asia Tenggara hari ini meluncurkan laporan komprehensif yang menggambarkan bagaimana energi terbarukan dapat memperoleh manfaat ganda ekonomi dan menyelamatkan iklim lingkungan negara-negara 10 - anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Laporan ini diluncurkan saat Pertemuan Menteri Energi se-ASEAN ke 31, dengan judul Revolusi Energi: harapan untuk energi berkelanjutan. Laporan ini menyoroti dampak sosial - ekonomi energi terbarukan dan mengusulkan jalur untuk memastikan keamanan energi ASEAN dan stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

"Iklim yang semakin memburuk harus menjadi perhatian utama ASEAN, mengingat bahwa wilayah ini sering mengalami peristiwa cuaca ekstrim dan lebih intens karena perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon," kata Amalie H. Obusan, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara. "Wilayah ASEAN, dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan penduduk harus memainkan peran penting dalam solusi global ini sebagaimana dijelaskan dalam laporan ini yang menunjukkan bahwa jalur pembangunan rendah karbon adalah sesuatu yang mungkin."

Ditugaskan bersama oleh Greenpeace dan the Global Wind Energy Council, Badan Antariksa Jerman (DLR) dan ilmuwan regional, laporan [R]evolusi Energi menguraikan beberapa hasil kunci pada pembangkit listrik terbarukan, dimana energi terbarukan seperti angin, surya dan energi panas bumi bisa mencakup 70% dari pembangkit listrik tahun 2050.

Bahkan, laporan tersebut menggambarkan demokratisasi produksi energi - sebelumnya listrik hanya dihasilkan oleh sejumlah pemilik besar, tapi sekarang ratusan ribu, atau bahkan jutaan orang bisa menjadi penyedia energi mereka sendiri. Dengan panel surya, masyarakat tertinggal di Asia Tenggara- yang tidak memiliki akses listrik - sekarang dapat menghasilkan listrik untuk menerangi rumah mereka.

[R]evolusi Energi juga memberikan proyeksi pada prospek investasi masa depan ASEAN (US $ 2,752 miliar), penghematan biaya bahan bakar (US $ 2,698 miliar), potensi terciptanya lapangan kerja (1,1 juta pada tahun 2030) yang dapat mengalir jika mengadopsi energi hijau.

"Sudah ada gerakan global yang kuat untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan meningkatkan pangsa energi terbarukan," kata penulis Sven Teske, Direktur Energi Terbarukan Greenpeace International.” Negara-negara ASEAN memiliki lebih dari cukup sumber daya alam agar menjadi yang terdepan untuk energi bersih dan terbarukan. Energi terbarukan yang lebih kompetitif daripada batu bara, memanfaatkan sumber daya lokal dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Menggunakan energi terbarukan sekarang lebih menguntungkan bagi perekonomian, bukan beban, dan mengurangi ketergantungan mereka pada bahan bakar fosil yang kotor, seperti minyak dan batubara.

Greenpeace juga mengatakan bahwa masa depan pengembangan energi terbarukan di kawasan ASEAN akan sangat bergantung pada kemauan politik pemerintah anggotanya. Dengan memilih energi terbarukan, ditambah dengan langkah-langkah efisiensi energi, ASEAN akan dapat berkontribusi untuk menstabilkan emisi karbon global sementara pada saat yang sama mencapai pertumbuhan ekonomi yang layak.

"Perubahan iklim merupakan masalah yang membutuhkan solusi yang menyeluruh, yang membutuhkan kerjasama mutlak setiap bangsa di wilayah ini," kata Obusan." Demi lingkungan yang sehat , stabilitas politik dan ekonomi yang berkembang, sekarang adalah saatnya bagi ASEAN untuk berkomitmen akan masa depan energi yang benar-benar aman dan berkelanjutan - yang dibangun di atas teknologi yang benar-benar bersih, pembangunan ekonomi hijau dan penciptaan ratusan ribu pekerjaan,” simpulnya.

Laporan:

http://www.greenpeace.org/seasia/id/PageFiles/547260/ASEAN%20Energi%20%5bR%5devolution.pdf

Kontak media:

Amalie Obusan, Regional Climate and Energy Campaigner
Greenpeace Southeast Asia
Email:  | Mobile: +63917-5216804

Hindun Mulaika, Climate and Energy Campaigner
Greenpeace Indonesia
Email:  | Mobile: +628118407113

Rahma Shofiana, Media Campaigner
Greenpeace Indonesia
Email:  | Mobile: +628111461674