Greenpeace: Jokowi bersama Kabinet Kerja Bisa Menjadi Pemimpin Penyelamatan Lingkungan

Siaran Pers - 27 Oktober, 2014
JAKARTA, 27 Oktober 2014: Aktivis Greenpeace menyerahkan petisi “100% Indonesia Hijau Damai” yang ditanda-tangani oleh 113.595 orang kepada Presiden Joko Widodo di depan istana negara.

Petisi ini diserahkan bersama sebuah Paket hijau kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai simbol isu-isu lingkungan yang dianggap penting oleh masyarakat melalui jejak pendapat yang dilakukan Greenpeace Indonesia.

Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting mengungkapkan aksi tersebut dilakukan guna menyampaian dorongan kepada Presiden Jokowi serta Kabinet Kerja untuk menjadi pemimpin yang 100% berkomitmen terhadap penyelamatan dan pemulihan lingkungan lingkungan, serta memimpin gerakan penyelamatan lingkungan dalam skala nasional dan internasional.

“Ini adalah saat yang tepat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pejabat Kementerian untuk bekerja bersama-sama menyelamatkan dan melindungi lingkungan. Dalam proses penyelamatan dan perlindungan lingkungan ini dibutuhkan sosok Presiden yang dapat memimpin, memberikan visi, serta menggunakan pengaruhnya dalam skala nasional, maupun internasional,” ujarnya di tengah aksi di depan Istana Negara bersama pendukung dan aktivis Greenpeace Indonesia, Senin 27 Oktober 2014.

Greenpeace Indonesia telah membangun gerakan kampanye publik melalui gerakan 100% Indonesia Hijau Damai yang disambut baik oleh masyarakat, terbukti dari tingginya jumlah petisi. Oleh karena itu ini adalah kesempatan bagi Jokowi untuk menunjukan komitmennya untuk menuju

Indonesia yang hijau dan damai. “Indonesia memiliki hutan tropis dan lautan paling luas di kawasan Asia, serta kekayaan keanekaragaman hayati yang signifikan di dunia. Apa yang terjadi di Indonesia akan mempengaruhi lingkungan di kawasan. Karena itu Indonesia memiliki pengaruh penting dalam proses pengambilan keputusan penyelamatan lingkungan dalam skala internasional,” tegas Longgena.

Selama masa kampanye, Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyatakan komitmen untuk melindungi lingkungan, termasuk perlindungan total terhadap gambut dan hutan tersisa, berkomitmen untuk berperan aktif dalam rangka penurunan emisi global dan menangani perubahan iklim. Selain itu keduanya juga berkomitmen memberantas pasar gelap ikan tuna dan illegal fishing untuk mengatasi penangkapan ikan berlebih, dan perbaikan daerah-daerah aliran Sungai.

Kontak Media:

Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia, , 08118776620

Rika Novayanti, Jurukampanye Media Greenepace Indonesia, , 08111683484

Catatan untuk editor:

[1] www.100persenindonesia.org

[2] Paket Hijau terdiri dari petisi yang diisi oleh lebih dari 113.585 masyarakat Indonesia, sembilan isu lingkungan prioritas menurut polling digital greenpeace terhadap masyarakat Indonesia, dan aspirasi masyarakat untuk lingkungan yang terkumpul dalam laman www.jaring.100persenindonesia.org

[3] 113.595 suara masyarakat terdiri dari 66.342 (hingga pagi ini pukul 08.00 WIB) masyarakat yang menandatangan petisi 100% Indonesia dan 47.253 masyarakat yang menandatangani petisi untuk perlindungan hutan Indonesia.

[4] Sembilan isu lingkungan menurut polling digital greenpeace: 1. Pencemaran Sungai oleh Bahan Kimia Berbahaya industri. 2. Kebakaran Hutan dan Gambut di Sumatera dan Kalimantan. 3. Alih Fungsi Hutan Lindung dan Lahan Pertanian. 4. Pencemaran perairan oleh limbah pertambangan. 5. Perlindungan hukum untuk usaha pelestarian lingkungan. 6. Penangkapan ikan berlebih dan ilegal di perairan nusantara. 7. Pembatalan rencana reklamasi Teluk Benoa, Bali. 8. Pembatalan izin dan kegiatan tambang PT Metal Mikgro Perdana (MMP) di pulau Bangka, Sulawesi Utara. 9. Pembatalan rencana pembangunan PLTU Batubara Batang, Jawa Tengah.