Greenpeace Menantang Prabowo dan Jokowi Membuat Komitmen Lingkungan yang Lebih Kuat

Siaran Pers - 19 Juni, 2014
JAKARTA, 19 Juni 2014—Greenpeace mendesak pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa serta Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk menyampaikan komitmen yang lebih kuat dalam perlindungan dan penyelamatan lingkungan dalam debat mengenai pangan, energi, dan lingkungan pada 5 Juli 2014.

Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting menyampaikan masukan serta kritik langsung mengenai visi misi kedua pasangan yang masih sangat mengandalkan pendekatan ekploitasi Sumber Daya Alam (SDA)  dalam menopang pertumbuhan ekonomi tanpa membangun prinsip-prinsip keberlanjutan dan keadilan lingkungan di dalamnya.

“Usai pertemuan ini kami berharap dapat mendengar komitmen yang lebih kuat dalam perlindungan dan penyelamatan lingkungan dengan mendorong prinsip-prinsip keberlanjutan dan keadilan lingkungan dalam strategi pembangunan nasional disampaikan kepada publik pada saat Debat Capres tentang isu pangan, energi dan lingkungan pada 5 Juli 2014,” tegasnya.

Longgena mengungkapkan meski visi-misi pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa serta Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah mencakup beberapa fokus isu lingkungan, akan tetapi belum menggambarkan strategi dan target yang cukup kuat dalam perlindungan iklim, hutan, lautan serta perlindungan lingkungan dari polusi bahan kimia berbahaya.

Sebagai contoh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berencana meningkatkan penggunaan energi batu bara yang merupakan kontributor terbesar dari emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim, padahal salah satu agenda dalam visi-misinya adalah mengatasi perubahan iklim global.

Adapun untuk isu pencemaran, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam visi-misinya ingin mengintensifkan industri hilir yang intensif menggunakan bahan kimia berbahaya dan atau berpotensi melepaskannya ke lingkungan.

Walaupun mereka memiliki program untuk mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan, namun tanpa komitmen untuk menuju nol pembuangan semua bahan kimia berbahaya maka generasi masa depan Indonesia akan tetap terancam oleh dampak dari bahan kimia berbahaya beracun.

Sementara pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Sembilan Agenda Prioritas salah satunya akan fokus pada pemberantasan penebangan liar. Meski tampak baik, tetapi jika hanya berfokus pada pemberantasan pembalakan liar saja tidak akan menghentikan praktek pengrusakan hutan, dan tidak akan menyelesaikan berbagai persoalan hak dan ruang kelola SDA.

“Untuk isu perlindungan laut, langkah pasangan Prabowo dan Hatta untuk mendorong industri hilir ekstraktif pertambangan mineral guna meningkatkan nilai tambah justru dapat semakin meningkatkan risiko dan ancaman kerusakan serta pencemaran ekosistem pesisir dan laut bahkan rawan menimbulkan konflik sosial,” tambah Longgena.

Sesuai dengan nomor urut kedua pasangan Capres-Cawapres, aktivis Greenpeace bersama Raung dan Umba mendatangi Rumah Polonia yang menjadi sekretariat pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, dilanjutkan dengan Posko Utama Cemara yang menjadi sekretariat pemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Klik disini untuk melihat pandangan Greenpeace terhadap visi-misi Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK

Klik disini untuk melihat Visi Raung dan Umba untuk Indonesia hijau damai

Kontak Media:

Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia, 0811 877 6620

Rika Novayanti, Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia, 0811 1683 484