UNIQLO, Mango dan H&M Jadi Pelopor Trend Detox, Sementara Nike dan Adidas Masih Jadi Greenwasher : Greenpeace Luncurkan “Detox Catwalk”

Siaran Pers - 31 Oktober, 2013
Jakarta, 31 Oktober 2013 - Greenpeace Internasional hari ini merilis ‘Detox Catwalk’ (1), sebuah platform online interaktif yang mengkaji kemajuan-kemajuan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan pakaian ternama menuju masa depan yang bebas bahan kimia berbahaya.

Detox Catwalk mengungkap perusahaan pakaian olahraga ternama Nike, Adidas dan Li Ning sebagai Greenwasher yang telah gagal menjalankan komitmennya untuk menghentikan penggunaan bahan kimia berbahaya. Catwalk ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut terus saja menyembunyikan kelambanan kolektifnya di balik janji-janji di atas kertas dan kelompok-kelompok kerja industri, sementara kompetitor mereka seperti UNIQLO, H&M dan Mango bersama 11 merek ternama lainnya terus maju dengan aksi nyata mencapai tujuan-tujuan Detox.

“Sangatlah ironis bahwa perusahaan-perusahaan yang mengatakan pada kita bahwa “Impossible is nothing’ dan “Just do it”, adalah mereka yang telah gagal mengambil tindakan nyata untuk menciptakan masa depan yang bebas bahan kimia berbahaya,” kata Ilze Smit, Juru Kampanye Detox Greenpeace Internasional.

“Para Greenwasher seperti Nike dan Adidas seharusnya mencontoh para pelopor trend Detox seperti Mango dan UNIQLO yang bertindak untuk menjawab urgensi dari krisis air global. Para pemimpin ini telah mulai bekerja untuk memimpin revolusi transparansi pada rantai pasokan mereka dan untuk mengeliminasi bahan-bahan kimia paling berbahaya dari produk dan proses produksi mereka,” tambah Ilze Smit.

Detox Catwalk mengkaji bagaimana kinerja perusahaan-perusahaan yang telah berkomitmen terhadap kriteria-kriteria kunci; termasuk bagaimana kerja mereka dalam mengeliminasi bahan-bahan kimia berbahaya yang telah diketahui dari produk dan proses mereka, dan langkah-langkah apa yang telah mereka lakukan menuju transparansi menyeluruh dari rantai pasokan mereka. Saat beberapa dari mereka telah memimpin selama kurang lebih 24 bulan ini, mengunggah data pembuangan bahan kimia berbahaya ke platform publik IPE (2) dan bekerja untuk mengeliminasi bahan-bahan kimia berbahaya prioritas (3), beberapa yang lain terus saja bersembunyi di balik kelompok-kelompok industri yang tidak efektif, gagal dalam melakukan aksi individual yang nyata, meskipun telah berkomitmen di muka publik.

Detox Catwalk juga mengungkap bagaimana perusahaan-perusahaan seperti Gap Inc,  yang meskipun kaitannya dengan skandal-skandal bahan kimia berbahaya beracun telah terungkap oleh investigasi Greenpeace Internasional (4), termasuk skandal pembuangan limbah industri yang mengandung sejumlah bahan kimia berbahaya dan bersifat sangat basa (5), langsung ke Sungai Citarum, Jawa Barat (6) – belum membuat komitmen Detox yang terpercaya.

“Nike, Adidas mencitrakan dirinya sebagai perusahaan fashion yang penuh kesadaran namun lamban bertindak. Bagaimana mungkin pelanggan mereka akan percaya bahwa mereka ‘all in’ (serius) menuju fashion yang bebas toksik saat mereka gagal melaksanakan komitmen Detoxnya. Sementara Gap yang memiliki slogan “Be Bright” tetap menjadi kelam bagi masyarakat lokal yang terkena dampak karena tidak ada komitmen Detox meski skandal pencemaran di Sungai Citarumnya telah terungkap,” kata Ahmad Ashov, Jurukampanye Detox Greenpeace Indonesia.

Kampanye Detox Greenpeace Internasional mendesak merek-merek fashion untuk berkomitmen  terhadap nol pembuangan semua bahan kimia berbahaya pada 2020 dan untuk mewajibkan pemasok-pemasok mereka untuk membuka semua data pelepasan bahan kimia berbahaya dari pabrik-pabrik mereka kepada masyarakat di sekitar lokasi terjadinya pencemaran air tersebut.

Kontak

Ilze Smit, Detox Campaigner, Greenpeace International

/ +31 646 012203

Ahmad Ashov, Juru Kampanye Detox, Greenpeace Indonesia 

/ 0811 1757 246

Greenpeace International press desk: 

+31 20 718 24 70 /  /@greenpeacepress

Catatan

(1) http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/toxics/Detox-Catwalk/    atau http://greenpeace.org/detoxcatwalk

(2) Institute of Public & Environmental Affairs; IPE adalah satu-satunya platform pengungkapan pembuangan bahan kimia global yang kredibel di dunia saat ini. | http://doteco.org/partners/institute-of-public-environmental-affairs/

 

(3) http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/toxics/Air/Sebelas-bahan-kimia-berbahaya/

(4) Laporan Toxic Threads: The Big Fashion Stitch-Up| http://www.greenpeace.org/international/en/publications/Campaign-reports/Toxics-reports/Big-Fashion-Stitch-Up/

(5)  Laporan Toxic Threads: Meracuni Surga | http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/toxics/Polluting-Paradise/

(6) Industri tekstil saat ini menjadi salah satu kontributor utama polusi air oleh bahan kimia berbahaya beracun industri di Jawa Barat, sebanyak 68% dari fasilitas industri di bagian hulu DAS Citarum memproduksi tekstil.