Masih Merusak Hutan Indonesia, APP Kehilangan Kontrak Lagi

Siaran Pers - 2 Nopember, 2011
Jakarta, 1 November 2011 – Greenpeace hari ini menyerukan kepada Asia Pulp and Paper (APP) segera berkomitmen untuk berhenti merusak hutan Indonesia. Seruan ini terkait dengan berita terbaru yang menyatakan bahwa beberapa perusahaan di dunia memutuskan kontrak dengan perusahaan kertas raksasa ini.

Greenpeace juga memperingatkan jika APP terus merusak hutan, artinya mengancam komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah berjanji akan melindungi hutan Indonesia yang masih tersisa selama masa pemerintahannya.

“Asia Pulp and Paper buruk bagi hutan Indonesia dan buruk bagi reputasi Indonesia, bahkan menjadi ancaman pada komitmen Presiden untuk menyelamatkan hutan Indonesia yang masih tersisa,” ujar Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara. “APP harus segera mengeluarkan komitmennya untuk menghentikan perusakan hutan hujan.”

Perusahaan yang baru-baru ini mengumumkan akan berhenti membeli dari APP diantaranya:

  • Hasbro, salah satu perusahaan mainan terbesar dunia (1);
  • The Warehouse, grup department store terbesar di Selandia Baru (2);
  • Delhaize, perusahaan retail terbesar kedua Belgia (3);
  • Metcash, salah satu jaringan supermarket terbesar di Australia (4);
  • Montblanc, produsen pulpen mewah terkenal (5);
  • Tchibo, perusahaan coffie roaster terbesar kelima di dunia (6);
  • Cartamundi, produsen kartu mainan terbesar dunia (7).

Grup Perbankan ING juga telah menghentikan layanan perbankan mereka kepada anak perusahaan APP tahun ini, dan menolak berbisnis dengan APP karena bertentangan dengan kebijakan kehutanan mereka (8).

Perusahaan-perusahaan ini telah bergabung dengan bisnis besar lainnya yang telah terlebih dahulu mengeluarkan APP dari rangkaian suplai mereka. Diantaranya adalah raksasa alat tulis Staples yang menyatakan APP adalah ancaman besar terhadap merek mereka (9), serta perusahaan lain seperti Kraft, Nestle dan Unilever.

Di sektor retail perusahaan seperti Carrefour, Auchan, Metro Group dan Tesco juga telah menghilangkan produk APP dalam produk mereka sendiri dua tahun lalu, demikian juga Adidas.

Baru-baru ini Mattel sang produsen Barbie mengumumkan mereka juga akan memutus kontrak dengan APP dan memperkenalkan kebijakan tanpa perusakan hutan dari rantai suplai mereka (10).

Sementara di Belanda Komisi Etik Periklanan memutuskan bahwa iklan tv dan cetak APP, yang berusaha menampilkan citra APP peduli lingkungan, terbukti menyesatkan publik.

Indonesia adalah negara berkembang pertama yang tampil dengan target ambisius untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, perusakan hutan dan menanggulangi perubahan iklim. Tetapi rencana Presiden ini diremehkan oleh aktivitas perusakan yang dilakukan APP. Bulan lalu, perjalanan “Mata Harimau” Greenpeace (11) menemukan banyak bukti perusakan hutan hujan di konsesi APP di Sumatra. Kawasan yang dihancurkan termasuk yang berada di peta habitat Harimau Sumatra yang terancam punah serta lahan gambut yang kedalamannya lebih dari tiga meter. Pembukaan lahan dengan cara dibakar juga ditemukan di dalam dua konsesi APP. Baik pembukaan lahan gambut dalam serta pembakaran adalah melanggar hukum menurut Undang-Undang Indonesia.

Padahal awal tahun ini, perusahaan saudara APP, Golden Agri Resources (GAR), mengeluarkan komitmen dengan memperkenalkan kebijakan tanpa perusakan hutan. Sebelum mengeluarkan komitmen ini, Golden Agri Resources juga kehilangan pasar internasional mereka, termasuk Nestle.

“Seharusnya APP mengikuti jejak GAR dan segera berkomitmen untuk menghentikan perusakan hutan,” simpul Maitar.

Kontak:

Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace: +62 813 4466 6135
Hikmat Soeriatanuwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace: +62 8111 805 394


Untuk permintaan foto dan video silahkan hubungi

Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace: +62 812 183 28317

 

Catatan:

  1. 1.  Hasbro baru saja mengumumkan kebijakan barunya, mereka secara eksplisit menyatakan APP telah dicoret dari rantai suplai mereka: http://www.hasbro.com/corporate/corporate-social-responsibility/Frequently-Asked-Questions.cfm
  2. Green groups welcome Warehouse suspension of Cottonsoft
  3. http://www.scoop.co.nz/stories/AK1108/S00608/green-groups-welcome-warehouse-suspension-of-cottonsoft.htm
  4. Delhaize Group stated: ‘Having identified procurement links to Asia Pulp and Paper, Delhaize Group sought external expert advice and approached the company for further information. Based on this research, it was concluded that APP was not making sufficient measures to reduce the impact on deforestation. Delhaize Group has therefore begun phasing out APP products.’ Delhaize Group confirmed this position in a letter to Greenpeace, dated 9 September 2011.
  5.  http://www.metcash.com/our-responsibility/in-the-news#
  6.  Confirmed in a letter to Greenpeace Germany, dated 14 June 2011.
  7.  Confirmed in an email to Greenpeace Germany, dated 4 October 2011.
  8. In a letter to Greenpeace on August 16, Cartamundi said: ‘With regards to your specific question about our usage of APP-carton, we engage, at the level of the Cartamundi Group, to eliminate APP-carton from Indonesia from our supply chain until APP has taken the necessary steps to protect the rainforest.’
  9.  Confirmed to Greenpeace Netherlands on 27 June 2011.
  10. http://online.wsj.com/article/SB120240874246651263.html
  11. http://latimesblogs.latimes.com/greenspace/2011/10/mattel-barbie-deforestation-asian-paper-and-pulp.html

    Untuk melihat seluruh bukti foto dan video dari perjalanan tur “Mata Harimau” ini, silahkan kunjungi www.greenpeace.or.id/mataharimau