Meracuni Surga: Merek-merek ternama termasuk Gap terlibat dalam skandal pembuangan toksik ke badan air di Indonesia

Siaran Pers - 17 April, 2013
Jakarta, 17 April 2013 - Investigasi Greenpeace Internasional telah mengungkapkan pembuangan limbah industri yang mengandung sejumlah bahan kimia beracun dan berbahaya, dan air yang sangat basa, langsung ke Sungai Citarum, Jawa Barat. Merek fashion internasional, termasuk Gap, Banana Republic dan Old Navy terkait dengan pencemaran ini melalui hubungan bisnis langsung dengan PT Gistex Group; perusahaan di balik pabrik pencemaran tersebut.


"Kampanye iklan terbaru Gap mengusung tagline ‘Be Bright’, tetapi dengan bekerjasama dengan pemasok yang membuang bahan beracun, Gap telah merubah warna Citarum menjadi beragam warna yang kacau. Gap dan merek besar lainnya perlu bekerja dengan pemasok mereka di Indonesia dan di tempat lain untuk segera mengeliminasi semua penggunaan bahan kimia berbahaya dari produk dan rantai pasokan mereka sebelum terlambat, "kata Ashov Birry, Juru Kampanye Air Bebas Racun, Greenpeace Asia Tenggara.

Laporan "Toxic Threads: Meracuni Surga" yang diterbitkan hari ini, merinci bagaimana pabrik PT Gistex telah mengambil keuntungan dari sebuah sistem yang tidak menuntut industri untuk transparan atas aktivitasnya; dan dimana regulasi yang tidak memadai gagal untuk mencegah pembuangan bahan kimia berbahaya. Perusahaan lain yang terkait dengan PT Gistex Grup termasuk Brooks Brothers - yang telah menyediakan busana bagi 39 dari 44 Presiden Amerika, termasuk Barack Obama - Marubeni Corporation, Adidas Group dan H&M.

Berbagai zat berbahaya - termasuk nonylphenol dan tributyl phospate - diidentifikasi dalam sampel air yang diambil dari pembuangan pabrik PT Gistex. Banyak dari bahan kimia ini bersifat toksik, sementara beberapa yang lain memiliki sifat menyebabkan gangguan hormon dan sangat persisten. Investigasi ini juga mengungkapkan bahwa air limbah dari salah satu pembuangan bersifat sangat basa atau 'kaustik' (pH 14) menunjukkan bahwa air limbah ini belum menerima pengolahan apapun sebelum dibuang, bahkan yang paling mendasar sekalipun.

"Masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai ini, yang bergantung pada air sungai tersebut, memiliki hak untuk mengetahui apa yang dilepaskan ke dalamnya, dan pelanggan dari merek-merek internasional seperti Gap memiliki hak untuk tahu apa bahan kimia yang digunakan untuk membuat pakaian mereka," menambahkan Birry.

Industri tekstil saat ini menjadi salah satu kontributor utama polusi air oleh bahan berbahaya beracun industri di Jawa Barat, sebanyak 68% dari fasilitas industri di bagian hulu DAS Citarum memproduksi tekstil. Kampanye Detox Greenpeace menuntut merek fashion berkomitmen untuk mencapai Nihil Pembuangan semua bahan kimia berbahaya pada tahun 2020 dan bekerja dengan pemasok mereka di seluruh dunia untuk mengungkapkan semua pembuangan bahan kimia berbahaya dari fasilitas mereka kepada masyarakat di lokasi pencemaran air. Sejak diluncurkan pada Juli 2011, kampanye ini telah berhasil meyakinkan 17 merek internasional termasuk Valentino, Levi’s dan Zara untuk berkomitmen terhadap Detox, memobilisasi lebih dari setengah juta aktivis, fashionista, blogger dan desainer yang disatukan oleh keyakinan bahwa busana yang indah tidak perlu mengorbankan bumi.

 

Catatan untuk editor:

  1. Untuk mengunduh laporan lengkap “Toxic Threads: Meracuni Surga” kunjungi halaman ini.

  2. Adidas Group, Brooks Brothers, Gap Inc, H&M dan Marubeni telah pernah melakukan hubungan bisnis baru-baru ini dengan setidaknya satu bagian dari PT Gistex Group, perusahaan yang terasosiasi dengan fasilitas yang melakukan pencemaran (PT Gistex Textile Division) di Indonesia, yang sampelnya diambil oleh Greenpeace di tahun 2012.

  3. Nonylphenol (NP) merupakan polutan lingkungan yang sudah dikenal yang bersifat persisten dan menyebabkan gangguan hormon.
    Tributhyl phosphate (TBP) adalah bahan kimia berbahaya yang bersifat toksik bagi kehidupan akuatik, dan cukuppersisten.
    Antimony: antimoni terlarut dengan konsentrasi tinggi ditemukan. Senyawa antimony telah dikaitkan dengan dermatitis dan iritasi pada saluran pernapasan, serta mengganggu fungsi normal dari sistem kekebalan tubuh.
    Air limbah dengan nilai pH 14 bersifat sangat basa, akan menimbulkan sejenis luka bakar pada kulit manusia yang terkena kontak langsung, dan menimbulkan dampak yang parah (bahkan fatal) pada kehidupan akuatik di sekitar daerah pembuangan.
    Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi halaman 14-15 dari "Toxic Threads: Meracuni Surga"

  4. Investigasi Greenpeace Internasional berfokus pada fasilitas tekstil berskala besar di Indonesia, dimana kami menemukan bahwa berbagai zat berbahaya dibuang langsung ke Sungai Citarum oleh PT. Gistex Textile Division, berlokasi dekat Bandung,Jawa Barat - di mana industri tekstil modern Indonesia terpusat. Air limbah dari industri tekstil merupakan sumber utama polusi, terutama di bagian Citarum Hulu, sebanyak 68% dari fasilitas industri memproduksi tekstil, dan di mana fasilitas PT Gistex berada. Pabrik ini melakukan penenunan polyester dan proses basah seperti pencelupan, pencetakan, dan proses akhir polyester.

  5. Gap Inc telah dikaitkan dengan polusi air oleh bahan berbahaya beracun pada sejumlah kesempatan, baik di Meksiko dan China. Sejumlah pakaian Gap juga diuji positif mengandung bahan kimia berbahaya dalam penyelidikan terpisah oleh Greenpeace Internasional yang dirilis pada bulan November 2012.

  6. Untuk informasi lebih lanjut tentang merek yang sudah berkomitmen untuk Detox silahkan kunjungi halaman ini.

 

Kontak:

Ahmad Ashov Birry, Jurukampanye Air Bebas Racun Greenpeace Indonesia, 08111757246

Hikmat Suriatanwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, 081380473866
 

Untuk permintaan foto dan video, hubungi:

Foto: Alex Yallop, Greenpeace International Photo Desk, email: , mobile: +31 (0) 624 94 19 65

Video: Maarten Van Rouveroy at +31 646 197 322 or