Panggilan global untuk perlindungan Arktik

Siaran Pers - 20 April, 2013
Saat ini, lebih dari 10.000 orang dari 280 kota di seluruh dunia, bersama-sama untuk membentuk spanduk manusia yang menguraikan 'I ♥ Arktik'. Dari Buenos Aires ke Bogor, Kiruna ke Cape Town, orang-orang berkumpul untuk menuntut bahwa para pemimpin politik agar melindungi lingkungan Arktik yang rapuh pada Hari Aksi Global untuk Arktik.

 

Direktur Eksekutif Greenpeace, Kumi Naidoo mengatakan: "Jutaan orang menuntut bahwa Arktik harus dilindungi melalui larangan total pada pengeboran minyak di Samudra Arktik. Ketergantungan kita pada bahan bakar fosil kotor adalah sebuah kesalahan, terkait dengan kemajuan dan kemakmuran, tetapi membawa kehancuran keduanya yaitu lingkungan dan ekonomi. Ada cara lain yang memungkinkan. Sangat memungkinkan, dan pemimpin politik kita bisa melakukannya sekarang".

Di London, melakukan pemetaan proyeksi 4D untuk mengubah sebuah bangunan ikonik ke Arktik; di Rio de Janeiro Gunung Sugarloaf akan memberikan latar belakang hati untuk Arktik, dan di Washington DC ratusan orang akan membentuk hati manusia yang besar di depan gedung Capitol yang merupakan rumah bagi para Kongres AS.

Ratusan gambar dari I ♥ Arktik akan dikumpulkan dan dikonsolidasikan ke dalam sebuah buku dan disampaikan ke menteri luar negeri Arktik pada saat mengadakan pertemuan Dewan Kutub Utara di Kiruna, Swedia, pada bulan Mei.

“Aksi global bersama ini merupakan kesempatan untuk membuat para pemimpin dunia mengerti seberapa besar kita cinta Arktik,” kata Hindun Mulaika, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia. Sudah tiba waktunya untuk kita berdiri dan menyerukan larangan permanen bagi pengeboran minyak dan industri destruktif di Arktik. “Mencairnya es di Arktik akan menenggelamkan negara-negara kepulauan seperti Indonesia akibat naiknya permukaan air laut,” tambahnya.

"Setelah kembali dari Kutub Utara seminggu yang lalu dan memiliki pengalaman langsung atas  keindahan Utara tinggi yang rapuh, melihat mobilisasi global ini dimana orang berkumpul dalam seruan bersama untuk perlindungan Arktik, membuat saya merasa bersyukur dan menaruh harapan. Sekarang semuanya diserahkan kepada pengambil keputusan di Dewan Arktik untuk mendengarkan gerakan global yang terus tumbuh untuk membuat tempat perlindungan global pada puncak dunia," kata Josefina Skerk, seorang aktivis masyarakat adat dan anggota Parlemen Sami.

Josefina adalah salah satu dari empat duta muda Arktik yang baru saja kembali dari perjalanan ke Kutub Utara, di mana mereka menurunkan nama hampir tiga juta orang dan Bendera untuk Masa Depan ke dasar laut di Kutub Utara. 

Kontak:

Hindun Mulaika, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, 08118407113
Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, 08111461674

Kategori