Protes Penyerbuan Arctic Sunrise, Aktivis Greenpeace Aksi di Kedubes Rusia

Siaran Pers - 23 September, 2013
Jakarta, 23 September 2013: Hari ini aktivis Greenpeace melakukan aksi solidaritas di depan Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, terkait penahanan sewenang-wenang para aktivis serta Kapal Greenpeace Arctic Sunrise yang melakukan aksi damai di Rusia. Aksi solidaritas bagi Arctic Sunrise ini juga dilakukan para aktivis Greenpeace di lebih dari 35 negara.

Seperti telah menjadi pemberitaan di media internasional dan nasional, pada 18 September waktu setempat, lima aktivis Greenpeace melakukan aksi damai di kilang Prirazlomnaya, di Laut Pechora, untuk mencegah kapal milik perusahaan minyak raksasa Gazprom itu melakukan pengeboran di kawasan Arctic. Aparat keamanan Rusia membubarkan aksi itu dengan menodongkan senjata laras panjang serta senjata tajam, dan menangkap dua aktivis Greenpeace, Sini (Finlandia) dan Marco (Swiss). Bahkan, Kapal Angkatan Laut Rusia melakukan 11 tembakan untuk mengusir kapal Arctic Sunrise dari lokasi.

Mengingat hal ini dan pentingnya penyelamatan kawasan Arctic dari pengeboran minyak perusahaan-perusahaan raksasa demi menyelamatkan iklim dunia, aktivis Greenpeace dan Arctic Sunrise bertekad untuk melanjutkan perjuangannya. Akibatnya, pada 20 September, pasukan Rusia dengan menggunakan helikopter menyerbu dan merebut Arctic Sunrise, bersenjata lengkap kini menawan para aktivis termasuk kapten Pete Wilcox. Dan peristiwa itu terjadi di perairan internasional (EEZ).

Hingga saat ini pemerintah Rusia masih belum menyatakan apakah akan menahan dan mendakwa para aktivis Greenpeace. Mereka hanya menyatakan Arctic Sunrise akan dibawa ke Murmansk, diperkirakan akan tiba hari Senin ini. Greenpeace sendiri tidak bisa menghubungi para aktivis yang berada di kapal.

“Kawasan Arktik adalah kawasan alamiah yang merupakan rumah bagi beruang kutub, walrus dan lain-lain. Kawasan ini juga merupakan kawasan penting bagi kestabilan iklim global. Aktivitas pengeboran Gazprom ini sendiri dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan lingkungan di kawasan yang memiliki tiga kawasan lindung berdasarkan hukum Rusia,” ujar Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia.

“Mengingat hal penting di atas, Greenpeace bertekad akan terus berkampanye menghentikan perusakan Arktik oleh perusahaan-perusahaan raksasa yang hanya mementingkan uang seperti Gazprom dan Shell ini. Aksi Greenpeace ini adalah aksi damai tanpa kekerasan, sehingga kami mengecam keras penggunaan kekerasan serta persenjataan oleh aparat Rusia dalam menghentikan aksi ini,” tutup Longgena.

 

Kontak:

Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia, telepon: 08118776620

Arif Fiyanto, Jurukampanye Iklim dan Enerji, telepon: 08111805373

Hikmat Soeriatanuwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia