Raung dan Umba Mendaftarkan Harta Kekayaan Alam Indonesia ke KPK

Siaran Pers - 5 Juni, 2014
JAKARTA: Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, aktivis Greenpeace mengadakan aksi damai di gedung kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Greenpeace menyerukan dan mengajak pemerintahan mendatang untuk melindungi, menjaga, dan menyelamatkan kekayaan alam Indonesia serta keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya.

Aksi damai ini dilakukan dengan simbolik mengantarkan Raung dan Umba, ‘Calon Presiden dan Wakil Presiden Lingkungan’ melaporkan harta kekayaan alam Indonesia ke Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai salah satu persyaratan dalam proses pemilihan presiden Indonesia 2014 dan memastikan bahwa proses pembangunan 5 tahun ke depan tidak membuat kekayaan tersebut hilang, rusak, atau berkurang.

“Praktek korupsi berakibat pada buruknya pengelolaan Sumber Daya Alam lantaran ekspolitasi yang tidak bertanggung jawab. Kami mendesak agar penegakan hukum dengan pendekatan terpadu[i] antara KPK, Kementerian, dan lembaga pemerintahan lainnya benar-benar dilaksanakan,” ujar Hindun Mulaika, Juru kampanye Greenpeace Indonesia di tengah aksi di KPK, Kamis (05/06).

Kekayaan alam Indonesia mencakup 8157 spesies fauna atau mencakup 10 % dari keberagaman spesies di dunia,serta 15,5% dari total jumlah tumbuh-tumbuhan yang ada di dunia. Potensi Sumber Daya Ikan (SDI) Indonesia mencapai 6,52 juta ton pertahun dengan luas terumbu karang di luatan Indonesia mencapai 50.875 kmatau 18% dari total luas terumbu karang dunia, juga memiliki padang lamun hingga 30.000 km2.

Indonesia juga termasuk 10 negara dengan potensi ketersediaan air tertinggi di dunia mencapai 694 miliar m3/ tahun dan memiliki ketersediaan air rata-rata per kapita/tahun yang lebih besar dari rata-rata di dunia yakni mencapai 16.800 m3 per kapita/tahun, yang diantaranya mengaliri lebih dari 5.590 sungai di seluruh Indonesia.

Indonesia yang terletak di khatulistiwa juga dapa tmemanen sina rmatahari sepanjang tahun sehingga menghasilkan 4,80 kWh/m2/hari, dan potensi energi angin 3-6 m/det. Selain itu energi dari mikrohidro juga berpotensi menghasilkan 450 MW.

Kekayaan energi tersebut belum memasukan potensi energi panas bumi sebagai salah satu yang terbesar di dunia dengan perkiraan 296 titik potensi panas bumi di seluruh Indonesia dan dapat menghasilkan energi 29.038 Gw.

Sementara dari sektor kehutanan tercatat luas hutan Indonesia yang tadinya mencapai 132,54 juta hektar,tersisa 94,34 juta hektar pada 2012, dan luas lahan gambut yang tadinya 21,53 juta hektar hanya tersisa 10,82 juta hektar sampai dengan 2011.

“Indonesia bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian tanpa harus merusak kekayaan alam yang tersisa karena tidak akan ada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan jika lingkungan hancur. Greenpeace menantang calon Presiden Indonesia untuk 100% berkomitmen terhadap nol deforestasi, nol pembuangan bahan kimia berbahaya, revolusi energi bersih dan terbarukan dan laut sehat dan terlindungi.” tukas Hindun.

 

Kontak Media:

Hindun Mulaika, Juru kampanye Greenpeace untuk 100% Indonesia, 08118407113

Rahma Shofiana, Juru kampanye Media Greenpeace, 08111461674

 


[i]Catatan Editor:

Pada Mei 2013 Kementerian Kehutanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menandatangani kerjasama penegakan hukum terpadu yang tercatat dalam pedoman penegakan hukum SDA dan lingkungan hidup. Kerjasama tersebut difasilitasi oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), dan disaksikan Ketua KPK Abraham Samad.

Informasi lebih lanjut: www.100persenindonesia.org