Sebelas Pemenang Nobel Perdamaian mengirimkan surat kepada Presiden Vladimir Putin perihal aktivis Greenpeace

Siaran Pers - 18 Oktober, 2013
Amsterdam, 17 Oktober 2013 – Sebelas Peraih Penghargaan Nobel Perdamaian termasuk Uskup Agung Desmond Tutu mengirimkan surat bersama kepada Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan dukungan mereka kepada dua puluh delapan aktivis Internasional Greenpeace, fotografer dan videografer freelance yang ditahan di penjara Rusia sementara mereka melewati proses investigasi atas tuduhan perompakan (piracy).

Dalam suratnya, mereka mendesak Presiden Putin untuk ‘melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk memastikan tuduhan perompakan yang dinilai berlebihan terhadap 28 aktivis Greenpeace, seorang freelance fotografer dan seorang videografer dibatalkan dan setiap tuduhan konsisten dengan hukum Internasional dan hukum Rusia.”

Menggambarkan Arktik sebagai “harta berharga milik umat manusia” para penandatangan surat mendukung upaya perlindungan Arktik dari eksplorasi pengeboran minyak dan perubahan iklim.

 Mereka menulis, “Pengeboran minyak di Arktik berbahaya, sebuah usaha dengan resiko tinggi. Tumpahan minyak di perairan es ini akan menimbulkan dampak bencana di daerah yang paling murni di Bumi yang memiliki kekhasan serta keindahan yang unik. Dampak tumpahan minyak bagi penduduk yang tinggal di Arktik dan bagi satwa yang sudah kondisinya sudah rentan, akan sangat menghancurkan dan panjang waktunya. Resiko kecelakaan semacam itu akan selalu ada dan rencana industri minyak tetap sepenuhnya kurang memadai. Tak kalah pentingnya adalah kontribusi pengeboran minyak Arktik terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim di Arktik dan tempat lainnya mengancam kita semua, tapi mereka yang tinggal di bagian dunia paling rentanlah yang harus membayar harga yang mahal karena negara-negara berkembang gagal bertindak.”

Inilah daftar para Peraih Penghargaan Nobel Perdamaian yang menandatangani surat bersama:

  • Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu
  • Pengkampanye Perdamaian dari Irlandia Utara  Betty Williams
  • Mantan Presiden Costa Rica, Oscar Arias Sanchez
  • Pengkampanye Perdamaian Amerika Serikat Jody Williams
  • Pengkampanye Perdamaian Liberia Leymah Gbowee
  • Pengkampanye Perdamaian Yemen Tawakkol Karman
  • Reformis Sosial Guatemala Rigoberta Menchu Tum
  • Aktivis Perdamaian Irlandia Utara Mairead Maguire
  • Pengacara dan Mantan Hakim Iran  Shirin Ebadi
  • Mantan Presiden Timor Timur Jose Ramos Horta
  • Aktivis hak asasi manusia dari Argentina Adolfo Perez Esquivel

Dua puluh delapan aktivis Greenpeace, seorang fotografer freelance dan seorang videografer freenlance ditahan menyusul aksi damai di anjungan minyak Gazprom di Arktik pada tanggal 18 September lalu. Mereka dijatuhi tuduhan perompakan pada tanggal 2 Oktober dengan maksimum hukuman 15 tahun penjara. Mereka saat ini di penjara di Murmansk, kota terbesar dalam lingkaran Arktik.

Tentang ketiga puluh orang yang ditahan dalam penjara Presiden Putin sendiri pernah mengatakan, “Benar-benar sudah jelas bahwa mereka, tentu saja, bukan perompak.”

Kampanye global untuk pembebasan Arktik 30 telah mengumpulkan 1,3 juta orang yang menandatangani petisi dan sebuah hari solidaritas di 250 lokasi di 49 negara. Secara terpisah, Federasi Jurnalis Internastional (International Federation of Journalist) dan Federasi Jurnalis Eropa (European Federation of Journalist) telah mengajukan permintaan untuk pembebasan dua orang jurnalis diantara 30 orang yang dipenjara.