Surat Greenpeace untuk Presiden Joko Widodo

Siaran Pers - 22 Juni, 2017
Jakarta, 20 Juni 2017


Yang Terhormat

Bapak Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia

Di Tempat

Dengan Hormat, 

Bersama surat ini kami hendak menyampaikan pandangan Greenpeace Indonesia berkaitan dengan dinamika global yang berkembang akhir-akhir ini, khususnya setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mundur dari Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.

Dunia sedang menghadapi krisis perubahan iklim yang kompleks dan multi-dimensional saat ini. Di saat yang sama terdapat kesempatan yang besar dan baru untuk mengatasi penyebab-penyebabnya. The World Economic Forum (WEF) telah menempatkan Perubahan Iklim sebagai salah satu dari tiga faktor utama yang akan mempengaruhi pembangunan di tingkat global dalam 10 tahun ke depan. Pada satu sisi Perubahan Iklim tetap merupakan salah satu bentuk krisis yang mengancam eksistensi kita, pada saat yang sama faktor-faktor pengubah yang menentukan telah dihasilkan untuk mengatasi krisis ini. Di lebih dari 30 negara, pembangkitan listrik bertenaga matahari dan angin saat ini sudah lebih murah daripada dengan bahan bakar fosil yang tidak disubsidi, dan WEF memperkirakan bahwa dua pertiga negara-negara di dunia akan mencapai kondisi ini dalam beberapa tahun ke depan.  

Saat ini adalah momen untuk memperkuat dan memperdalam kerjasama global untuk menghasilkan solusi-solusi, dan bukan waktu untuk melemahkannya.

Pertemuan puncak G20 di Hamburg akan menjadi momen yang menentukan arah politik perubahan iklim global. Pertemuan Puncak di Hamburg ini akan menjadi momen pertama di mana Bapak Presiden, bersama dengan para pemimpin G20 yang lain, dapat menyatakan sikap secara bersama terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik diri dari Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.

Mundurnya Amerika Serikat dari Perjanjian Paris adalah pelanggaran yang tidak bisa diterima terhadap kesepakatan multilateral. Adalah sangat penting dalam Pertemuan Puncak Hamburg ini para anggota G20 yang lain menyatakan komitmen yang bulat kepada perlindungan iklim dan implementasi dari Perjanjian Paris.

Kami menyerukan kepada Bapak Presiden untuk:

  1. Menyatakan sikap yang jelas untuk mendukung sebuah konsensus yang kuat bagi aksi-aksi iklim bersama, yaitu dengan mengeluarkan pernyataan bersama para pemimpin G20 yang lain dan juga mempertegas komitmen nasional Indonesia untuk mengatasi Perubahan Iklim, yaitu dengan:
    • memperpanjang dan memperkuat moratorium ijin konsesi di kawasan hutan dan lahan gambut
    • memperkuat moratorium ekspansi perkebunan sawit
    • menolak pembahasan RUU Perkelapasawitan
    • menghasilkan kebijakan-kebijakan kongkrit, termasuk dalam bentuk paket ekonomi, untuk pengembangan secara masif energi baru dan terbarukan
    • menghentikan ekspansi penggunaan batubara dalam program elektrifikasi 35.000 MW.
  2. Menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk dengan cepat mengimplementasikan Perjanjian Paris dan sasaran-sasaran Agenda 2030, yang seluruhnya merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah konflik, maupun ancaman-ancaman keamanan lainnya dan juga terjadinya migrasi secara paksa.
  3. Menyambut dan mendukung peluang-peluang ekonomi dan lapangan kerja yang terbuka luas, yang ditawarkan oleh proses de-karbonisasi sistem energi kita, serta bersedia untuk meninjau kembali dan mempertajam sasaran-sasaran energi bersih dan terbarukan Indonesia, berdasarkan terobosan-terobosan dan kecenderungan-kecenderungan terbaru pada ekonomi riil, yang telah memungkinkan transisi yang jauh lebih cepat dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan, bahkan bila dibandingkan situasi beberapa tahun yang lalu.
  4. Mengambil langkah-langkah kongkrit untuk memastikan regulasi sektor keuangan juga konsisten dengan sasaran-sasaran Perjanjian Paris, dan memastikan pemenuhan komitmen-komitmen G20 yang disepakati di Pittsburgh pada Oktober 2009, dan menyepakati sebuah kerangka waktu untuk sepenuhnya mengakhiri subsidi bahan bakar fosil pada tahun 2020.

Kami sangat yakin bahwa memperkuat kerjasama global, regional dan juga antar daerah merupakan cara terbaik untuk membela kepentingan warga Indonesia dalam konteks mengatasi akar masalah perubahan iklim ini.

Salam Hormat,

Leonard Simanjuntak
Kepala Greenpeace Indonesia

 

Tembusan Kepada:

Yang Terhormat
Ibu Siti Nurbaya
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Republik Indonesia