Tekanan publik berhasil merubah Procter & Gamble untuk membersihkan produk mereka dari deforestasi

Siaran Pers - 10 April, 2014
Jakarta, 10 April 2014. Procter and Gamble (P&G) telah membuat komitmen baru untuk kebijakan nol deforestasi yang akan menghapus deforestasi dari produk-produknya dan memberikan keterlacakan penuh untuk semua minyak sawit dan turunan yang digunakannya. Setelah berminggu-minggu menghadapi tekanan publik dan protes atas sumber minyak sawitnya, Greenpeace menyambut baik langkah tersebut sebagai langkah maju yang besar dalam melindungi hutan negara dan masyarakat yang bergantung pada hutan, tetapi juga sekaligus memperingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang tersisa.

Hampir 400.000 orang telah menyurati perusahaan - yang memproduksi berbagai macam produk, termasuk Head and Shoulders merek shampoo - untuk mengubah cara dan mengambil tindakan agar segera menghentikan penghancuran habitat yang merupakan rumah bagi Harimau Sumatera dan Orangutan.

Serangkaian protes di seluruh dunia menyoroti P&G dengan praktek-praktek buruknya, termasuk di kantor pusat perusahaan di Cincinnati, Amerika Serikat, sebuah aksi damai dimana sejumlah aktivis Greenpeace AS masih menghadapi tuduhan serius.

P&G telah berjanji untuk mengambil langkah-langkah menghapus semua deforestasi dari rantai pasokan minyak kelapa sawit pada tahun 2020. Kebijakan tersebut melampaui kriteria dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan membutuhkan pemasok perusahaan untuk menjamin tidak akan ada konversi lahan gambut, bahwa hak-hak masyarakat lokal akan dihormati dan bahwa daerah stok karbon dan nilai konservasi tinggi akan dilindungi.

"Ratusan ribu orang di seluruh planet ini telah meminta P&G untuk menyingkirkan minyak sawit yang menjadikan Harimau Sumatera dan Orangutan kehilangan rumah, "kata Wirendro Sumargo, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia. "Komitmen mereka hari ini merupakan langkah menuju rantai pasokan yang bertanggung jawab dan menghentikan deforestasi di hutan hujan dunia,” jelasnya.

"Tapi kebijakan ini tidak sempurna. P&G masih akan membiarkan pemasoknya enam tahun lagi untuk terus membuka hutan. Dengan pemanasan global dan kehilangan keanekaragaman hayati yang cepat, kami mendesak P&G untuk mengambil tindakan terhadap pemasok, seperti Musim Mas dan KLK yang telah teridentifikasi membuka hutan dan lahan gambut."

"Juga perlu bagi P&G untuk menjamin bahwa semua produk mereka benar-benar bebas dari kerusakan hutan, perlu untuk mengimplementasikan komitmen serupa bahwa tidak ada deforestasi di seluruh komoditas hutan, sumber-sumber terpisah seperti pulp kayu."

Sebuah studi oleh Greenpeace dirilis pada Februari 2014 menyoroti pelanggaran serius yang dilakukan oleh sejumlah pemasok P&G dan diikuti dengan protes publik yang ditunjukkan lebih dari 400.000 orang menyurati CEO menuntut perusahaan untuk berubah.

Pengumuman ini mengikuti langkah sejumlah profil tinggi pedagang dan konsumen minyak sawit lainnya, termasuk L' Oreal, Colgate Palmolive, Wilmar dan GAR, yang semuanya telah berkomitmen untuk nol deforestasi dalam rantai pasokan mereka.

Hal ini menunjukkan perubahan perilaku yang nyata dan signifikan dalam suatu industri yang telah dikaitkan dengan deforestasi, penghapusan mata pencaharian masyarakat lokal dan penghancuran habitat spesies langka dan keanekaragaman hayati yang berharga.

"Kebijakan P&G adalah bukti bahwa industri kelapa sawit saat ini sedang mengalami transformasi, seperti tuntutan konsumen untuk produk bebas deforestasi, pedagang dan produsen seperti Wilmar dan GAR mengadopsi kebijakan nol deforestasi. Kelapa sawit yang bertanggung jawab, dengan cepat akan menjadi norma," pungkas Wirendro.

Catatan editor:

  1. Kebijakan baru P&G dapat dilihat disini
  2. Hasil temuan investigasi Greenpeace Internasional, kaitan P&G dengan kerusakan hutan dapat dilihat disini: http://bit.ly/1dwm2i0
  3. Studi stok karbon tinggi dapat dilihat disini

Kontak media:

  • Bustar Maitar, Kepala Kampanye Hutan Indonesia Greenpeace Internasional, 081344666135
  • Wirendro Sumargo, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, 08111111934
  • Yuyun Indradi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, 081226161759
  • Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, 08111461674  
  • Greenpeace International Pressdesk, , +31 20 718 24 70 +31 20 718 24 70