Greenpeace: Melelang Hutan Indonesia adalah sebuah

Siaran Pers - 24 Januari, 2007
Greenpeace hari ini menyerang rencana Departemen Kehutanan untuk melelang izin HPH lama sebagai sebuah skandal yang tidak memperhatikan sama sekali kondisi lingkungan Indonesia yang semakin parah. Di bawah spanduk bertuliskan “Indonesia’s Forests on Sale” yang memuat peta kawasan hutan yang akan dilelang, aktivis Greenpeace memainkan peran sebagai pengusaha kaya yang melemparkan tumpukan Rupiah kepada para “pejabat” Dephut.

Greenpeace hari ini menyerang rencana Departemen Kehutanan untuk melelang izin HPH lama sebagai sebuah skandal yang tidak memperhatikan sama sekali kondisi lingkungan Indonesia yang semakin parah. Di bawah spanduk bertuliskan “Indonesia’s Forests on Sale” yang memuat peta kawasan hutan yang akan dilelang, aktivis Greenpeace memainkan peran sebagai pengusaha kaya yang melemparkan tumpukan Rupiah kepada para “pejabat” Departemen Kehutanan.(Greenpeace/Ade Danhur)

"Lebih dari satu juta kawasan hutan - seluas dua kali pulau Bali - akan dimusnahkan. Bukannya mengambil langkah drastis untuk menghentikan deforestrasi, Departemen Kehutanan malah memberikan izin kepada peserta lelang dengan nilai tertinggi. Melelang hutan Indonesia sama saja dengan memusnahkan masa depan kita!" ungkap Hapsoro, Juru Kampanye Hutan Regional, Greenpeace Asia Tenggara.

Dalam 10 hari mendatang, kawasan hutan Indonesia seluas 1,063,418 hektar akan dilelang oleh Departemen Kehutanan di 16 lokasi IUPHHK (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu) di seluruh Indonesia, termasuk Papua (2), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Timur (6), Kalimantan Tengah (3), Sulawesi Tengah (1), Maluku Tengah(1), and Jambi - Sumatera Selatan (1).

Kawasan yang akan dilelang di Papua termasuk Asmat (153.000 ha) dan Jayapura (134.000 ha). Selain melelang izin HPH, Dephut juga akan melelang 9 kawasan HTI meliputi dua lokasi di Riau, satu di Jambi, satu di Kalimantan Timur, dan lima di Sumatera Selatan.

Pada tahun 2005, Departemen Kehutanan memperkirakan laju kerusakan hutan

telah mencapai 2.8 juta hektar setiap tahunnya. Secara keseluruhan, Indonesia telah kehilangan lebih dari 72% wilayah hutan alamnya.

"Bencana alam yang kita alami akhir-akhir ini khususnya banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Riau disebabkan oleh kerusakan hutan dan konversi lahan. Pemerintah kita bukannya belajar dari pengalaman, namun tetap mempertaruhkan nyawa rakyat Indonesia demi tambahan beberapa juta dollar saja," tambah Hapsoro.

Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap masalah lingkungan hidup, serta mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.

Other contacts: Hapsoro, Regional Forest Campaigner, +62 815 857 19872 Bustar Maitar, Forest Campaigner, +62 813 44 666 135 Ann Sjamsu, Media Campaigner, +62 855 885 1121 Arie Rostika Utami, Media Assistant, +62 856 885 7275

Tag