Ilmuwan di seluruh dunia secara bersama-sama telah menyerukan
segera dilakukan upaya-upaya untuk menghentikan perubahan iklim,
namun pemerintahan Bush menolak untuk ikut serta dalam upaya global
mengatasi perubahan iklim, dimana dampak-dampak terburuknya harus
dialami oleh negara-negara berkembang di Asia dan Afrika.
"Bush akan diingat karena menutup mata atas kenyataan terjadinya
perubahan iklim sebagaimana juga atas fakta terjadinya perbanyakan
pemakaian energi nuklir dan senjata nuklir yang berbahaya. Generasi
yang akan datang akan menanggung seluruh konsekuensi dan dampak
perubahan iklim jika kita tidak bertindak sekarang," kata Nur
Hidayati dari Greenpeace Asia Tenggara. "Amerika Serikat harus
berkomitmen untuk menurunkan secara nyata emisi gas rumah kacanya
untuk membantu mengatasi perubahan iklim. Masyarakat miskin seperti
di Indonesia lah yang mau tidak mau akan lebih merasakan dampak
dari perubahan iklim yang makin menjadi-jadi."
Mulai dari melelehnya gunung es di belahan bumi utara, hingga
kekeringan parah dan banjir di Asia dan Afrika, kejadian perubahan
iklim telah menghancurkan kehidupan dan sumber penghidupan
masyarakat di seluruh dunia. Ilmuwan bahkan telah memprediksikan
satu skenario buruk dalam waktu dekat jika dunia terus mengemisikan
gas rumah kaca, yang diakibatkan dari pembakaran bahan bakar fosil
seperti batubara, minyak dan gas, pada tingkat seperti sekarang
ini.
From melting glaciers of the northern hemisphere, to severe
droughts and floods in Asia and Africa, the advent of climate
change has ravaged lives and livelihoods across the globe.
Scientists even paint a worse scenario in the near future if the
world continues emitting greenhouse gases, caused by burning fossil
fuels like coal, oil and gas, at current rates.
Amerika Serikat merupakan pengemisi terbesar di dunia dengan
tingkat emisi mencapai 20% dari total emisi global. Namun
pemerintah AS menolak kewajiban menurunkan emisi gas rumah kaca,
yang berarti juga penurunkan penggunaan bahan bakar fosil dan
perubahan arah menuju energi yang bersih dan terbarukan di seluruh
dunia. Sebaliknya, Bush mempromosikan alternatif yang berbahaya,
yaitu energi nuklir, yang bukan merupakan solusi perubahan iklim
dna bahkan menimbulkan ancaman secara langsung terhadap
masyarakat.
"Asia akan menjadi lebih baik jika Bush memilih untuk ikut serta
dengan negara lainnya dalam mendorong kebijakan yang agresif untuk
menghambat perubahan iklim. Masyarakat kami akan lebih diuntungkan
jika Bush mempromosikan energi terbarukan di wilayah ini ketimbang
mempromosikan nuklir yang berbahaya,"
Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap problem lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.