Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di Seoul selama tiga
hari untuk menyaksikan penandatanganan berbagai bentuk kerjasama di
bidang energi - termasuk sebuah Memorandum of Understanding antara
Medco Energi International dan Korea Hydro and Nuclear Power - yang
disepakati oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral bersama
dengan Kementrian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan
(MOCIE).
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus maju dengan
rencananya membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di dekat
Gunung Muria (tinggi 1.600 meter) di Jawa Tengah yang saat ini
non-aktif. Masyarakat khawatir jika getaran bumi sekecil apapun
dapat mengakibatkan erupsi lebih besar dan bencana nuklir.
Dampak-dampak kebocoran radioaktif yang disebabkan oleh gempa
ataupun letusan gunung dapat menjadi sebuah bencana besar untuk
seluruh pulau Jawa yang berpopulasi lebih dari 100 juta.
"Insiden paska-gempa baru-baru ini di PLTN Kashiwazaki, Jepang,
merupakan satu saja dari banyak sekali peringatan-peringatan yang
seharusnya ditanggapi serius oleh pemerintah Indonesia dan
semestinya memupus ambisi nuklir kita. Indonesia berada di zona
'Ring of Fire' yang sangat rentan terhadap gempa dan aktifitas
vulkanik. Dengan membangun PLTN di Indonesia, jutaan orang akan
hidup dibayang-bayangi oleh resiko bencana nuklir," ungkap Nur
Hidayati, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia
Tenggara.
"Para pakar nuklir dari Jepang yang pernah berkunjung ke
Indonesia untuk memaparkan teknologi nuklir mereka yang semestinya
tahan gempa dan tinggi standar keamanannya tak terdengar lagi
kabarnya setelah insiden Kashiwazaki. Sangatlah tidak masuk akal
bahwa Indonesia sekarang menjalin kerjasama nuklir dengan Korea
Selatan yang tidak berpengalaman dalam membangun dan memelihara
pembangkit tenaga nuklir yang tahan gempa," tambah Hidayati.
Perusahaan-perusahaan dari Jepang, Korea Selatan dan Prancis
sedang berusaha memenangkan kontrak membangun empat reaktor nuklir
berkapasitas 1.000 megawatt. Proses 'bidding' untuk reaktor pertama
yang akan dibangun di Ujung Lemahabang rencananya akan dimulai
dalam dua tahun mendatang dan sudah akan disetujui sebelum tahun
2010.
"Energi nuklir mengalihkan perhatian kita dari solusi-solusi
energi bersih yang terbarukan, lebih nyata dan banyak potensinya di
Indonesia untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Perjanjian
bilateral tersebut hanya akan menjebak Indonesia ke dalam perangkap
bahaya nuklir dan siklus hutang finansial yang tak ada hentinya.
Hal ini tidaklah lebih dari sebuah skema kebohongan besar yang
didorong oleh kepentingan-kepentingan bisnis serta para pelaku
industri nuklir semata yang sebenarnya sedang sekarat," tambah
Hidayati.
Hampir tak satupun dari 435 reaktor nuklir komersil yang ada di
dunia dibangun tepat waktu dan sesuai anggaran yang direncanakan.
Harga listrik yang sepertinya kompetitif juga hanya dapat dicapai
melalui regulasi harga, subsidi langsung ataupun tak langsung
terhadap biaya produksi tenaga nuklir, serta dengan eksternalisasi
biaya-biaya dampak terhadap lingkungan hasil proses penambangan
uranium dan proses produksi lainnya. Metode pengendalian limbah
nuklirpun hingga kini masih belum ada yang bisa diandalkan 100
persen.
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen yang
menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk
mengungkap masalah lingkungan hidup dan mendorong solusi yang
diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.