Tenaga nuklir berbahaya, beracun, mahal dan tidak terbarukan. Dengan demikian, tidak ada solusi aman untuk pembuangan limbahnya dimanapun di dunia ini. Pembangkit tenaga nuklir, sebagai industri kuno, telah membuang milyaran dolar dan meninggalkan warisan beracun yang biaya penanganannya akan memakan biaya bermilyar-milyar lagi. Sebagai industri yang ketinggalan jaman, hanya memasok sebagian kecil suplai energi di dunia, dan saat ini mulai dikurangi jumlahnya di seluruh dunia.
Bencana Chernobyl adalah peringatan bagi bahaya yang diasosiasikan dengan tenaga nuklir. Saat ini, dua puluh tahun setelah bencana Chernobyl, laporan baru Greenpeace menunjukkan bahwa konsekuensi bencana ini terhadap kesehatan manusia sangat jauh dari perkiraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 250 000 kasus kanker dan hampir 100 000 kematian akibat kanker diakibatkan oleh bencana ini.
Walaupun demikian, rapor merah industri ini belum juga mencegah para pendukung energi nuklir dari mengemasnya sebagai sumber listrik murah dan aman. Dengan menggunakan isu perubahan iklim, lobi nuklir saat ini menggunakan langkah-langkah public relations untuk memproyeksikan energi nuklir sebagai solusi untuk krisis iklim, dengan demikian mencegah digunakannya energy terbarukan dan efisiensi energi: solusi sebenarnya bagi perubahan iklim dan nuklir.
Pemerintah negara seperti Indonesia seharusnya tidak jatuh ke dalam perangkap yang dipasang oleh para pelobi nuklir. Pemerintah Indonesia harus dengan seksama belajar dari bencana yang dialami Chernobyl sebelum memutuskan untuk membangun pembangkit tenaga nuklir di Indonesia.
Tenaga nuklir harus ditinggalkan dan digantikan dengan teknologi-teknologi modern seperti sistem-sistem Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan yang bukan hanya bersih tetapi dapat dikembangkan lebih cepat dan lebih murah daripada tenaga nuklir.
MARI BERAKSI!
DESAK PEMERINTAH INDONESIA UNTUK MENGHENTIKAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT TENAGA NUKLIR DI INDONESIA DAN MULAI MEMPROMOSIKAN ENERGI TERBARUKAN!
Letters that reflect the views of individuals carry more weight than a pre-written email. Use Greenpeace's letter as a starting point, but consider adding your own comments to increase the effectiveness of the letter.
Points to consider:
The recipient might receive dozens of letters a day, and hundreds of letters on a single issue each week. Personalizing your letter, in particular the opening paragraph, will set it apart from others received and ensure that it is read.
Consider making a specific request in your letter. Ask a direct question and ask for a written response.
Remember you are writing to a person who is probably motivated by the same things you are. Be specific about why you are writing them this letter.
After you have used this Action Centre to send your email, consider following up with a hand written letter or card that you can send in the mail.
Finally, don't discount the power of a single letter, email or phone call. Every voice counts.