“Piknik” Beracun ke Curug Jompong, Airnya Tak Lagi Jernih

“Apa & Siapa Yang Meracuni Citarumku?” Hasil uji sampling Greenpeace temukan bahan kimia beracun dan berbahaya. Pada bulan Juli 2012 lalu, Greenpeace melakukan pengambilan sample air di Curug Jompong dan  Teluk Jambe, Karawang.  Pengujian di laboratorium menemukan adanya  turunan senyawa Phthalate di kedua lokasi (Internal Analytical Report No. 304/VII/2012LaboratoriumAfiliasi Kimia UI untuk Greenpeace Indonesia.).  Phthalate merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk melunakkan PVC (Plastik Polyvinyl Chloride).  Pada industri tekstil, phthalate digunakan pada kulit buatan dan beberapa pewarna. Turunan dari senyawa inibersifat toksik (racun) pada sistem reproduksi.

Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 13 September 2012. Greenpeace melakukan aksi dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Apa & Siapa Yang Meracuni Citarumku?” di Curug Jompong Sungai Citarum. Para aktivis juga terlihat ‘berpiknik’ di Curug Jompong sambil menggunakan baju hazmat dengan latar belakang Curug Jompong yang airnya berwarna hitam pekat, berbusa dan berbau menyengat.

Update terbaru

Tampilkan tampilan thumb  

Terima Kasih Untuk Moratorium Hutan Indonesia - 2013

Video | 14 Mei, 2013 di 14:01

Jakarta, 13 Mei 2013, Hutan Indonesia sedikit berbahagia atas perpanjangan moratorium untuk hutan Indonesia, namun hal ini belum cukup membuat kita puas untuk merayakannya.

Open Boat Rainbow Warrior di Jayapura

Galeri gambar | 10 Mei, 2013

Rainbow Warrior Berlabuh di Jayapura, Papua

Video | 10 Mei, 2013 di 13:51

9 Mei 2013 - Rainbow Warrior tiba di Jayapura, Papua untuk memulai satu bulan perjalanan di Indonesia. Tur kapal yang bertemakan "100% Indonesia: Bersama Melindungi Hutan dan Laut Kita"

86 - 90 dari 835 hasil.