Namanya Ahmad Ramdani, tetapi di kalangan volunteer Greenpeace, si bungsu dari 9 bersaudara ini biasa dipanggil Ade Kocil. Perawakannya tidak terlalu besar dan agak sedikit kurus, namun jika di lapangan, ketika beraksi, ataupun riset, anak betawi asli yang telah bergabung sebagai volunteer Greenpeace sejak 2007 ini sangat bisa diandalkan untuk apapun. Kini ia sedang asyik menikmati setiap detik impiannya sejak dulu, yaitu berlayar dengan Rainbow Warrior di perairan Indonesia.

Memiliki keterampilan khusus di bidang panjat tebing dan mengendalikan perahu cepat, Kocil mengenang aksi pertamanya di Greenpeace kala membentangkan banner besar di Gedung Medco waktu kampanye anti Pembangunan PLTN. Di ketinggian gedung pencakar langit Jakarta tersebut, ia membantu menyampaikan pesan agar Indonesia mengatakan tidak pada energi nuklir yang berbahaya.

Tak berapa lama dari aksi tersebut, ia kembali dimintai bantuan untuk melakukan bentuk aksi serupa di cerobong asap PLTU Jepara. Namun inilah pengalaman hidup yang tidak akan pernah ia lupakan. Badannya gemetar hebat dan takut, saat pertama kali mendengar rentetan suara tembakan senjata, dari senapan pihak keamanan yang ingin menggagalkan aksi damai untuk menyoroti efek perubahan iklim akibat pemakaian bahan bakar fosil batubara tersebut. Belum selesai dengan letusan senapan, ia harus bersabar menghadapi kemarahan besar pihak keamanan PLTU dan menahan diri untuk tidak melawan balik dalam bentuk apapun sebagai salah satu prinsip aksi tanpa kekerasan Greenpeace. Namun bukannya jera, semangat pria yang sering terlibat dalam membantu korban bencana alam ini, malah terus menjadi.

Berawal dari keprihatinannnya terhadap kondisi sungai Ciliwung yang penuh dengan sampah yang menggunung, Kocil tidak hanya tinggal diam dan mengeluh. Sebelum berkenalan dengan Greenpeace, ia telah memulai inisiatif kecil bersama teman-temannya sesama penggiat kegiatan alam bebas untuk menyumbangkan keahlian masing-masing bagi perbaikan lingkungan Jakarta, kampung halamannya.

Tak terhitung telah berapa kali ia bersama teman-temannya di Forum Relawan Penanggulangan Bencana Alam menyusuri hulu hingga hilir sungai Ciliwung, baik dengan perahu maupun berjalan kaki untuk mengumpulkan sampah yang seperti tiada habisnya, dan memberikan penyadaran kepada warga di sekitar bantaran sungai agar lebih mencintai sungai Ciliwung. Di sungai yang menjadi ikon Jakarta tersebut pun ia mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk membantu mencari korban hanyut yang sayangnya masih kerap terjadi akibat dekatnya pemukiman warga dengan bantaran sungai. Ia pulalah yang memotori teman-teman relawan Greenpeace untuk terjun menolong korban banjir besar yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hanya ingin membantu dengan apa yang ia bisa, adalah alasan sederhana pria yang tumbuh besar di tanah Betawi ini rela mengorbankan waktu dan tenaga bahkan materi, untuk terjun langsung membantu korban bencana alam besar sejak dari tsunami Aceh, gempa Sumatera Barat, hingga letusan Gunung Merapi di Yogyakarta.

Pernah bekerja dan berlayar dua tahun di kapal tanker, tidak membuatnya berkecil hati ketika ia diminta menjadi asisten Ruslan, juru masak asal Rusia di Rainbow Warrior, mulai dari Manokwari hingga Jakarta . Bahkan, ini adalah suatu kebanggaan tersendiri, karena baginya Rainbow Warrior adalah kapal tercanggih yang pernah ia lihat dan paling ramah lingkungan dari semua armada kapal yang ia ketahui. Ia berharap, di masa depan prinsip ramah lingkungan dalam pembuatan dan pengolahan limbah biologis yang diaplikasikan di Rainbow Warrior, bisa diterapkan ke seluruh kapal di dunia, supaya tidak merusak kehidupan laut Bumi ini.

Meski pengalaman telah membawanya menjelajahi berbagai sudut hutan dan pelosok negeri, namun mimpi besar Kocil hanya satu, yaitu melihat sungai Ciliwung yang berjarak lima menit saja dari rumahnya, kembali bersih seperti dulu. Untuk itu, dengan bekal ilmu yang didapat di Greenpeace dan tempat lainnya, ia berjanji tidak akan pernah berhenti berupaya memulihkan sungai Ciliwung agar menjadi “hidup” kembali dan menjadi sungai yang dapat dibanggakan di tanah Betawi.

Bergabunglah dengan teman-teman Volunteer Greenpeace dan mari kita ciptakan perubahan untuk lingkungan, daftarkan diri kamu di www.greenpeace.or.id/volunteer dan ayo beraksi untuk penyelamatan Bumi kita. 

Ditulis oleh Afif Saputra dari atas kapal Rainbow Warrior disekitar perairan Laut Banda