Lebih dari sebulan para relawan Greenpeace dan masyarakat Riau membangun kekuatan untuk melawan keserakahan para pengusaha yang menghancurkan hutan mereka dan masa depan masyarakat Riau di Kamp Pembela Iklim. Kamp Pembela Iklim masih di sana dan akan terus berjuang bersama.  Halim seorang relawan yang berasal dari Riau menuliskan sebuah cerita untuk kita semua....

BURUNG PUN BERTERIMA KASIH

Setiap pagi di Teluk Meranti Setiap petang ditempat yang sama di Tanjung Rengas Setiap hari di Camp Pembela Iklim Greenpeace Hanya kata perlawanan yang selalu kudengar Terhadap penghancuran hutan Hutan gambut di Semenanjung Kampar

Para buldozer meraung keras Mengikuti perintah tuannya untuk menidurkan pohon ke bumi Meluluhlantakkan tegakan pohon ditanah gambut dalam Tak peduli meskipun semua orang memandang Dia tetap meraung seolah tak ada yang memperhatikan Mungkin telinganya sudah tuli karena raungannya Sehingga tak mendengarkan suara-suara lain disekitar

Aku tak pernah tidur Aku selalu mendengar Aku selalu memasang telinga Aku selalu berfikir Aku berbuat semampuku Agar bumi ini bisa bertahan lebih lama

Aku tau banyak yang mendukungku Seperti burung-burung yang setiap pagi terbang diatas camp Mereka datang untuk mengucapkan terimakasih atas apa yang kulakukan Kemudian mereka melanjutkan hidup dengan mengumpulkan buahan hutan Mereka takut, sedih, cemas pada masa depan anak-anaknya

Aku tau banyak yang membenci  tuan buldozer Yang periuk nasinya terganggu oleh ku Tapi dihutan itu juga ada periuk nasi orang Teluk Meranti, Teluk Binjai dan masyarakat dunia lainnya Yang seharusnya tidak dirampas tuan buldozer

Ooohhh..para tuan buldozer Berhentilah membuat bencana......!!!!!!

Salam dari Riau

rainbow Halim