Minggu 11 Mei, hari masih pagi ketika Waya dan teman-temannya menyiapkan sebuah aksi pemanjatan monumen Tugu Selamat Datang di pusat kota Jakarta. Pada pukul 9 pagi, mereka telah berada di tepi kolam tugu tersebut dan berenang ke tengah kolam dan selanjutnya memanjat tugu tersebut dan menurunkan sebuah banner bertuliskan “Pilih Presiden untuk Lingkungan”. Itulah awal dari kampanye 100% Indonesia Hijau Damai dimulai.

Sejak itu kampanye 100% Indonesia telah bergulir menjadi sebuah gerakan lingkungan yang mewarnai proses pemilihan umum presiden. Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk berkampanye dan menggalang suara publik bagi lingkungan yang dimulai dari tahap penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Mei, dilanjutkan ke tahap Pemilu Presiden pada bulan Juli hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru-baru ini. Bagi saya sendiri ini adalah adalah proses yang tidak terlupakan karena telah ikut dalam proses sejarah bangsa Indonesia.

RAUNG DAN UMBA DAFTAR KE KPU

Selain secara simbolik mendaftar sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden mewakili lingkungan, Raung dan Umba juga manantang kedua pasang Capres dan Cawapres dalam melindungi lingkungan untuk melihat sejauh mana komitmen dan program mereka dalam perlindungan lingkungan. Untuk mengetahui persepsi publik tentang isu-isu lingkungan hidup yang mereka anggap penting, kami juga mengadakan jajak pendapat, dan menyusun daftar urutan masalah-masalah lingkungan tersebut. Masalah-masalah lingkungan hidup ini kami sampaikan ke Presiden sebagai PR (Pekerjaan Rumah) yang harus diselesaikan oleh Presiden dan pemerintah yang baru. Kami juga terus menampung suara warga yang peduli terhadap isu lingkungan dalam sebuah platform digital JARING dimana suara yang disampaikan melalui media sosial yang menggunakan tagar #Prke7 secara otomatis akan muncul dalam laman tersebut.

Kampanye 100% Indonesia telah mendapatkan dukungan lebih dari 113.000 orang di seluruh Indonesia. Mereka adalah rakyat Indonesia yang bersuara bagi lingkungan Indonesia dan memberikan dorongan kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk 100% berkomitmen pada perlindungan lingkungan Indonesia. Secara khusus 45.000 suara menginginkan perlindungan terhadap hutan surgawi Indonesia rumah Harimau Sumatra melalui kampaye Protect Paradise di awal tahun ini.

Greenpeace activists unfurl a banner saying " Have a Good Debate - Environment Needs Protection" at the Bidakara Building  in Jakarta, where the  Presidential and Vice Presidential candidates will hold their debate tomorrow, July 5, 2014.   Greenpeace is urging the Presidential candidates to  strengthen their commitment of enviroment protection and restoration at a debate with theme of Food, Energy and Enviroment

Secara terbuka di depan publik kami telah menyampaikan suara tersebut kepada Presiden Jokowi di tanggal 27 Oktober, tepat pada saat pelantikan Kabinet Kerja. Lebih dari 30 media massa penting membuat berita utama mengenai penyampaian petisi hijau ini kepada Presiden. Greenpeace secara langsung akan menyampaikan Petisi 100% Indonesia dan PR Lingkungan kepada Jokowi dalam sebuah kesempatan.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan kamu terhadap kampanye ini. Setiap suara kamu sangat berarti bagi lingkungan. Kekuatan bersama membuat suara kita lebih kuat dan didengar. Kini saatnya kita kembali melanjutkan kerja bersama untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya membantu pemerintah menyelesaikan PR lingkungan. Ini waktunya bahu membahu untuk menyelesaikan masalah-masalah lingkungan. Presiden Jokowi diharapkan dapat menjunjukkan kepemimpinan (leadership) dan pengaruhnya sebagai presiden.