Pembangunan sekat kanal di Paduran Sebangau, Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah baru saja selesai minggu ini. Selama hampir 2 minggu aktivis lingkungan yang terdiri dari relawan Greenpeace, CIMTROP, Save Our Borneo bersama kawan-kawan dari Boomerang, Float, Instagrammers, Indorelawan serta masyarakat lokal desa Paduran Sebangau bahu membahu membangun sekat kanal. Terik matahari yang mencapai 55 derajat Celcius di siang hari serta hujan yang mengguyur di malam hari  tidak menghentikan semangat teman-teman aktivis. Digerakan kepedulian yang besar pada hutan dan lingkungan Indonesia, mereka melewati hari demi hari dengan satu tujuan bersama: membasahi kembali lahan gambut untuk mencegah api kebakaran hutan datang kembali.

 Andi Babas / Boomerang : Kita harus bergerak bersama untuk mencegah kebakaran hutan.
 
BKC: Semoga kerja keras kami bersama disini berbuah kebijakan yg lebih kuat dan mengikat untuk perlindungan hutan dan lahan gambut, sehingga kebakaran tidak terulang dimasa yg akan datang.
 
Dito: Masih ada harapan! Semoga perubahan bisa benar-benar diusahakan.
 
EAR: Cinta kami (saya) pada hutan, tanah air Indonesia dan alam ini tak akan pernah habis dan hilang. Seribu kali dirusak sejuta kali kami akan bela. Keluh kesah dan sumpah serapah kami sudah hampir hilang karena tugas kami hanya mencintai.
 
Esa Setiawan: Menjaga lingkungan sekarang dan selamanya. Karena ini tanggung jawab kita bersama.
 
Fariz: Jangan cuma bicara. Cepat bekerja lindungi hutan!
 
Hotma Roni (FLOAT): Dorong pemerintah buka data. Kritis dengan barang-barang yang kita pakai. Tidak semua produsen mengolah bahan baku dengan prinsip ramah lingkungan. Mereka masih bakar hutan dan menghancurkan gambut.


Radinal Wiranto: Jika gambut basah dan pulih kembali, maka generasi Indonesia seperti di Paduran Sebangau punya banyak kesempatan untuk menuntut ilmu tanpa harus diganggu oleh asap kebakaran hutan dan paru-paru mereka tidak lagi dipenuhi polutan berbahaya. Lindungi hutan bagi generasi masa depan!
 
Darmawi: Beli rambutan di pasar rumput, lindungi hutan basahi gambut.
 
Lucky Hidayat: Lindungi hutan, alam tidak bisa menunggu.
 
Suwido, Pimpinan CIMTROP: Penanganan kebakaran selama ini keliru besar. Memadamkan api itu dihadang, bukan dibuntuti. Bukan juga blocking fires by digging canal. Menyekat kanal ini untuk memulihkan status hidrologi gambut yang basah dengan cara membasahi kembali. Ini harus dilanjutkan dengan ratusan sekat kanal lagi di daerah ini.



Noordin, Pimpinan Save Our Borneo: Kalau pemerintah ingin atasi kebakaran hutan gambut, sekat kanal sekarang juga. Dan jangan keluarkan ijin konsesi.
 
Samuel, Indorelawan: Saya datang untuk melakukan aksi nyata!
 
Dea, Indorelawan: Saya ingin berkontribusi langsung untuk mencegah kebakaran hutan datang lagi.  


Yuyun Indradi: Memulihkan dan menjaga ekosistem gambut untuk tetap berfungsi sebagai penjaga tata air dan keanekaragaman hayatinya pada akhirnya adalah menjaga kehidupan manusia dan bumi yang lebih baik

Foto oleh Ardiles Rante