Ketika kamu membaca blog ini, di luar sana perusakan lingkungan kita terus terjadi, membahayakan tidak hanya masa depan kita, tapi juga anak cucu kita nanti. Kawasan hutan terakhir di Sumatera masih terus ditebang dan lahan gambut dikeringkan untuk dibuka menjadi kebun kayu dan sawit monokultur skala besar. Dalam kondisi alamiah, lahan gambut tidak mudah terbakar karena ia berfungsi sebagai spons raksasa penyerap air. Namun kanal-kanal drainase itu telah menyebabkan permukaan air dalam gambut turun drastis, membuat lahan gambut kering-kerontang. Api dengan mudah dapat membakar bahan organik kering ini dan bahkan dapat masuk ke bawah permukaan tanah melahap gambut kering dari dalam sambil menghasilkan asap yang berdampak buruk bagi manusia dan iklim global.

Sementara itu, di Pulau Bangka, sebuah pulau kecil di kabupaten Minahas Utara, Sulawesi Utara, kegiatan eksplorasi biji besi telah dimulai oleh PT. Mikgro Metal Perdana (MMP) tanpa mengindahkan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang intinya melarang kegiatan tambang di pulau kecil tersebut. Lebih dari separuh pulau seluas 4.800 hektar itu akan ditambang, dan dua desa akan terkena dampak langsung dari operasi penambangan ini. Tambang ini akan membutuhkan air dalam jumlah besar untuk pencucian biji besi. Pencucian biji besi tidak dapat dihindarkan akan berdampak pada biota laut di sekitar pulau ini. Kawasan laut Pulau Bangka yang memiliki kekayaan 80% jenis terumbu karang dunia akan hancur dan sulit dipulihkan kembali. Yang lebih mengkuatirkan saya adalah dampaknya terhadap keadaan sosial yang lebih rentan koflik serta terancamnya mata pencaharian penduduk lokal dari penangkapan ikan dan wisata bahari.

Hutan Sumatera dan pulau kecil dan pesisir di Sulawesi di atas hanyalah dua contoh dari ribuan kegiatan yang berdampak buruk bagi masyarakat lokal, lingkungan sekitarnya bahkan terhadap iklim global. Pembangunan memang penting, namun tentu kita tidak ingin pembangunan yang berbiaya sosial dan lingkungan yang tinggi. Pembangunan bukan saja menghasilkan sesuatu tetapi juga seharusnya termasuk mempertahankan yang sudah ada.

Tugas yang kita lakukan saat ini sangatlah menantang dan tanggung jawab kita untuk menjamin kemenangan lingkungan bahkan lebih berat lagi di masa mendatang.  Namun saya tidak pernah ragu bahwa kita tidak bisa mengubah situasi tersebut. Saya sangat yakin bahwa keikutsertaan kamu dan warga negara yang sadar untuk ambil bagian dalam isu-isu lingkungan telah membuat kegiatan kampanye kita berdampak besar dan berjangka panjang baik untuk masyarakat maupun untuk lingkungan. Oleh karena itu, bila saya menengok ke belakang dan bangga pada keberhasilan kita di tahun-tahun terakhir ini, saya percaya bahwa hal itu semua bisa terjadi karena kamu telah serta dalam kampanye ini dan membalik krisis tersebut.

 Greenpeace activists unfurl a huge banner that reads '100% Rainforest Destruction' at the P&G's office building in Jakarta.                  Procter & Gamble’s supply chains is destroying primary forest in the Indonesian region of Papua. The Greenpeace findings come as activists in several cities throughout the world are today demanding the company guarantee its products, which include Head & Shoulders, become forest-friendly.

Indonesian's participates in the Global Day of Action to protect paradise in Jakarta.              Hundreds of Greenpeace activists across 13 countries are taking action online and in public spaces in cities around the world to demand Procter & Gamble stop forest destruction from getting into their products.

Mungkin kamu masih ingat dimana tahun lalu kita telah berhasil membuat perusahaan-perusahaan raksasa dunia tunduk pada tekanan orang-orang seperti kamu di seluruh dunia. Kampanye penyelamatan rumah harimau sumatera didukung oleh lebih dari 800.000 orang di seluruh dunia telah berhasil mendorong perusahaan pedagang kelapa sawit terbesar dunia Wilmar Internasional dan perusahaan penghasil produk rumah tangga Procter & Gamble membuat janji publik untuk menghentikan pembelian minyak sawit kotor. Dengan kekuatan baru orang-orang yang menginginkan perubahan dan kampanye yang lebih kuat, secara bersama-sama kita telah mencapai kemenangan seperti halnya pencapaian kita tahun lalu.

Pada 5 Juni ini dunia akan merayakan peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia. Tema tahun ini adalah perlindungan ekosistem pesisir dari perubahan iklim. Karena itulah dua cerita di atas sebenarnya sangat relevan, karena meskipun jauh, kerusakan hutan di Sumatra dapat mempengaruhi pulau-pulau kecil akibat perubahan iklim. Untuk memperingati hari yang penting ini, saya ingin mengajak kamu untuk melakukan sesuatu bagi lingkungan. Saya ingin mengajak kamu untuk membangun kekuatan besar yang menginginkan perubahan lingkungan yang lebih baik, dan kita akan membuktikannya bahwa bersama-sama kita bisa merubah situasi di atas.

Mari bergabung dalam gerakan penyelamatan alam Indonesia melalui gerakan 100% Indonesia Hijau Damai. Kamu bisa menandatangani petisi disini dan mengajak orang lain untuk bergabung. Dengan menandatanganinya kamu akan ikut menjadi bagian dalam perjalanan mendebarkan menyelamatkan lingkungan kita dari sekarang.