Tara Buakamsri, Manager Kampanye Greenpeace Asia tenggara

Teruslah berbicara...Perahu Telah Siap

Sayang saya melewatkan peristiwa di hari pertama ketika Leah Wickham - seorang perempuan muda dari Fiji berbicara atas nama lebih dari 10 juta orang yang menandatangani petisi kualisi tcktcktck meminta segera mengikat secara hukum dan Abigail Jabines - Koordinator  Solar Generation internasional mempersembahkan kepada sekretaris eksekutif UNFCCC Yvo De Boer dan Presiden COP 15 Connie Hedegaard, sebuah lego Denmark terkenal yang melambangkan bata blok bangunan untuk sebuah kesepakataan yang keadilan dan ambisius. Wickham mengakhiri pidatonya dengan mengemakan kata-kata di Kopenhagen: "waktu untuk berbicara sudah berakhir dan sekarang ini adalah waktu untuk mengambil tindakan".

Saya membaca satu baris di COP15 Post – harian berita yang diterbitkan oleh CPHPOST.DK - Ini menggelikan mendengar reaksi Mr de Boer's kepada pidato Leah Wickham ketika dia menyimpulkan tanggapannya dengan "... tapi saya harap Anda bisa sedikit bersabar dan memberi kami dua minggu lagi berbicara dan kemudian kami akan memberikan tindakan ... "Ah ha ...

Kita semua tahu bahwa dalam dua minggu, banyak sekali yang perlu di bahas dan di putuskan. Di mulai dari usulan penurunan emisi gas rumah kaca dengan target komitmen pada priode ke 2 dan di selanjutnya apakah ini akan di perluas dengan mencakup penurunan emisi gas rumah kaca yang berasal dari laut dan industri penerbangan apakah metode Clean Development Mechanisme (CDM) akan disertakan sebelum di uji dan teknologi mahal untuk penangkapan dan penyimpanan karbon. Dan apakah perjanjian ini akan mencakup dari batasan deforestasi dari hutan alam di negara-negara berkembang – yang kita ketahui sebagai Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD). Dan masih banyak lagi...tapi pada akhirnya nanti kita membutuhkan pemimpin yang bertindak bukan seorang politisi yang hanya berbicara.

Di Stasiun utama ketika saya perjalanan pulang dari Bella Center, aku bertemu dengan tim orang-orang muda yang membagi-bagikan leaflet dan mengundang masyarakat untuk Klima Forum 09 – rekan-rekan dari masyarakat sipil COP15 yang mewakili warga biasa yang prihatin dari seluruh dunia . Saya memutuskan untuk pergi melihat tempat DGI-Byen Kopenhagen hanya jarak dekat dengan berjalan kaki dari stasiun utama.

Selain pameran, lokakarya, diskusi, teater dan musik yang diselenggarakan di sana, aku paling terkesan dengan foto-foto dari sebuah tempat tentang daftar setiap konferensi iklim sejak 1992

KTT Bumi Rio de Janero, Brasil, 1992 CoP 1, Berlin, Jerman, 1995 CoP 2 Jenewa, Swiss, 1996 Cop 3 Kyoto, Jepang, 1997 CoP 4 Buenos Aires, Argentina, 1998 Cop 5 Bonn, Jerman, 1999 CoP 6 Den Haag, 2000 CoP 6+ Bonn, Jerman, 2001 CoP 7 Marrakech, Maroko, 2001 CoP 8 New Delhi, India, 2002 CoP 9 Milan, Italia, 2003 CoP 10 Buenos Aires, Argentina, 2004 CoP 11 Montreal, Kanada, 2005 CoP 12 Nirobi, Kenya, 2006 CoP 13 Bali, Indonesia, 2007 CoP 14, Poznan, Polandia, 2008 CoP 15, Copenhagen, Denmark 2009

Ya, Mr Boer, Anda dapat waktu dua minggu dan tidak lebih ... Sudah cukup, jelas waktu untuk bertindak tentang penyelamatan iklim adalah sekarang.

Tara Buakamsri