Tara Buakamsri, Manager Kampanye Greenpeace Asia tenggara

Saat di Pintu Masuk

"saya seperti sedang berperang di Vietnam," kata pria tua karismatik asal Amerika-India, duduk di sebelahku saat bus menuju Bella Centre. Sebagai anggota jaringan masyarakat adat secara aktif berpartisipasi dalam COP15.  Ia menuju wawancara TV untuk Klima TV,  saya mengobrol dan dia tahu bahwa saya dari Bangkok dan bekerja untuk Greenpeace. "Tapi setelah satu tahun ikut berperang, selama masa transisi saya berada di Hawaii, aku merenung dan memutuskan untuk mengubah cara saya menjalani hidup dan saya kembali ke “pintu masuk “ di mana saya harusnya di sana, dan seperti berkorban untuk diriku sendiri. Sekarang aku di sini dan bergabung dengan seruan global untuk keadilan iklim. "

Kadang-kadang saya merasa tersesat dalam kerumunan besar orang yang lebih dari 25.000 orang di Kopenhagen, tapi akan sangat mudah untuk bertemu dengan orang-orang dari dunia bagian lain dunia yang bisa berbagi visi dan berteman dengan saya.

Di pintu masuk Bella Center, banyak orang masih mengantri di barisan panjang menunggu untuk registrasi. Aku diberitahu bahwa ribuan lainnya yang menunggu untuk menuju Kopehagen dan mudah-mudahan akan datang lebih dari 110 kepala negara. Keamanan di pintu masuk semakin hari semakin ketat tapi saya rasa ini seperti kebanyakaan pintu masuk lainnya, Dengan TV layar lebar yang memutar aktivitas kampanye Greenpeace di seluruh dunia termasuk kegiatan Kampanye penyelamatan iklim dari Indonesia.

Tapi hari ini aku mengikuti arahan "... Setelah melewati daerah pendaftaran dan ID lencana pos pemeriksaan, berjalan lurus ke depan melewati tempat penitipan pakaian dan melalui daerah pameran menuju satu pintu ganda, di atasnya terdapat  iklan LSM Climate Rescue Station (Stasiun Penyelamat Iklim). Saya mendorongnya lalu berbelok ke kiri dan Climate Rescue Station akan berada di depan Anda. Itu ada di Bella Center ... " Saya sangat ingin melihat stasiun penyelamatan iklim setelah pertama kali melihat foto-foto itu di pertemuan Iklim di Poznan pada tahun 2008. Di pertemuan Kopenhagen sekarang menjadi tempat LSM-LSM  pemyelamat iklim dan  membuat beberapa kegiatan sepanjang waktu seperti pameran foto, debat dan pemutaraan film yang di lakukan oleh organisasi yang bergabung di kualisi Global Campaign for Climate Action (GCCA) dan kopi gratis disajikan disini setiap pagi.

Sejarah singkat bagaimana Climate Rescue Station (CRS)  itu berjalan;

Di Polandia 2008, stasiun ini didirikan di pinggir salah satu perusahaan tambang terbesar di Eropa untuk memprotes perluasan tambang dan mengekspos biaya sebenarnya batubara. Stasiun itu menunjukkan bagaimana tambang batu bara, polusi iklim yang terburuk dari semua bahan bakar fosil, adalah elemen yang akan menghancurkan planet. Aktivis Greenpeace bergabung bersama ratusan orang lokal termasuk walikota  terancam oleh ekspansi tambang dan kami menyerukan untuk revolusi energi bersih di Polandia.

Selama COP14, CRS pindah di alun-alun kota Poznan town square, Pameran foto-foto dari dampak perubahaan iklim di selenggarakan dan konser platform oleh British Symphonia Orchestra dan pidato oleh Yvo De Boer.

Setelah Polandia, stasiun pindah ke Madrid, Spanyol, di mana digunakan oleh Greenpeace Spanyol sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-25. CRS mengelar pameran publik yang menunjukkan dampak perubahan iklim di Spanyol, dan digunakan untuk konser dan diskusi politik. CSR juga digunakan sebagai pusat pendidikan untuk mengajar anak-anak tentang energi terbarukan.

Pada festival Glastonbury di Inggris di bulan Juni 2009, CSR mengelar pameran dan merupakan pusat informasi tentang kampanye Greenpeace UK terhadap  seruan akan perluasaan landasan pacu ketiga di bandara Heathrow dan aksi terhadap usulan pembukaan pembangkit listrik batubara di Inggris.

Sekali lagi saya bertemu dengan banyak rekan-rekan Greenpeace saat pembukaan resmi "Consequences" sebuah pameran foto dari dampak iklim dunia yang sudah menderita – dan sudah di mulai.

Saya juga memiliki kesempatan untuk melihat Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional yang baru, Kumi Naidoo dengan pidatonya yang membuat inspirasi dan foto yang menakjubkan.

saya diperkenalkan dengan salah satu perunding Thailand, beberapa teman dari LSM Thailand  dan beberapa orang lainnya  dan mengatakan bahwa "ini area untuk merokok dan anda bisa mendapatkan kopi gratis, silakan datang dan rileks dari situasi yang sangat tegang dan kacau di dalam"

Itu benar. Setelah kami mendorong melewati salah satu pintu,  kami melewati banyak perokok dan berbelok ke kiri itu tepat di depan Anda - stasiun penyelamatan iklim yang setidaknya dapat menyelamatkan aku dari sirkus diskusi di aula besar.

Tara Buakamsri