Terpilih menjadi host di salah satu video "Silent Heroes” yang diproduksi oleh Greenpeace merupakan sebuah pengalaman yang sangat berkesan untuk saya. Berpetualang dari desa ke desa, menjelajahi perkampungan dan hutan adalah pengalaman yang luar biasa buat saya. Sebagai seorang DJ yang bekerja dari kota ke kota, membuat saya semakin ingin berpetualang mengelilingi Indonesia. Berkesempatan untuk mendatangi desa Pandumaan Sipituhuta, Sumatera Utara dan menelusuri kehidupan warga setempat, saya dan tim Greenpeace menyempatkan bertandang ke rumah Opung Putra. Beliau adalah seorang tokoh perempuan di desa adat Pandumaan Sipituhuta yang berjuang keras mempertahankan kelestarian hutan kemenyan di desanya.

Hutan kemenyan adalah sebuah sumber mata pencaharian utama warga desa Pandumaan Sipituhuta yang saat ini terancam kelestariannya karena sebuah perusahaan yang tidak bertanggung jawab telah mengancam hutan tersebut. Dalam beberapa hari mendapat kesempatan mendengarkan asal muasal hutan tersebut, mendengarkan keluh kesah warga yang mulai resah, melihat kehidupan mereka yang sangat gigih memperjuangkan hutan itu, saya pun tersentuh dan merasa pilu.

Ternyata di zaman modern ini masih ada di dalam sana warga yang menjunjung tinggi tradisi dan adat istiadat di kampung mereka. Saya pikir itu sudah tidak ada lagi. Dan ternyata saya salah besar. Betapa saya sangat kagum atas rukun warga yang tetap mereka pertahankan demi menjaga sebuah nilai dari para leluhur. Beda! Tentu beda, karena saya terlahir dan di besarkan di kota besar oleh keluarga saya. Melihat mereka sangat bahagia atas segala sesuatu yang telah mereka miliki. Terkadang saya lupa cara bersyukur kepada Tuhan. Namun setelah melihat mereka, saya sangat sadar akan arti hidup dan pentingnya bersyukur. Bahwa materi bukanlah sekedar keriangan mereka. Kebahagian mereka sangat sederhana. Mereka tidak butuh mobil mewah, rumah dengan fasilitas lengkap. Mereka hanya butuh hutan kemenyan tetap lestari agar mereka tetap bisa mengolahnya dan menafkahi keluarga mereka untuk bertahan hidup.

Mereka tetap menjamu kami dengan hidangan ala kadarnya namun begitu nikmat karena disajikan dengan penuh kasih dan cinta. Disitu Opung Putra mulai bercerita bagaimana perjuangan beliau membela suaminya yang pernah ditahan oleh oknum aparat yang dituduh telah merusak peralatan milik perusahaan yang telah mencemarkan hutan kemenyan yang telah menjadi sumber penghasilan mereka. Dengan adanya hal ini saya semakin banyak belajar bahwa menjaga kelestarian hutan berarti kita menjaga bumi, menjaga kelestarian hutan berarti kita menjaga tradisi. Belajarlah untuk peduli satu sama lain karena itu yg telah diajarkan oleh Tuhan.