Hari ini Senin 20 Oktober adalah akhir dari perjalanan Joko Widodo menuju kursi kepresidenan sekaligus awal dari era dan sejarah baru Indonesia. Bersama Jusuf Kalla, Joko Widodo dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden di negara dengan penduduk lebih dari 250 juta orang yang hidup di lebih dari 7000 pulau di seluruh Nusantara ini.

Kita merayakan keberhasilan transisi pemerintahan SBY ke pemerintahan baru Joko Widodo (Jokowi) secara demokratis dan damai. Sebelumnya kita juga merayakan partisipasi dan kerelawanan warga yang sangat tinggi dalam proses pemilihan presiden lalu. Hari ini kita juga melihat ratusan ribu warga turun ke jalan-jalan menyambut Presiden baru dengan kemeriahan luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semoga semua ini adalah pertanda baik bahwa Jokowi akan membawa perubahan-perubahan yang segar dan dapat membangun semangat dan etos kerja baru untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Meskipun saat ini negara kita adalah merupakan ekonomi terbesar ke-16 di dunia, kita masih menyaksikan kesenjangan ekonomi dan sosial yang masih menganga lebar. Kualitas dan daya dukung lingkungan pun terus menurun disertai dengan jumlah dan intensitas bencana lingkungan yang meningkat mengancam keamanan hidup rakyat yang hidup dari Barat hingga Timur Nusantara.

Hari ini jutaan orang di Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan bagian Tengah sedang tercekik oleh asap kebakaran hutan dan gambut. Di Riau saja kebakaran hutan dan gambut telah berlangsung selama 17 tahun lamanya, seakan tidak bisa diatasi. Bencana asap ini adalah contoh tragis kehancuran ekologis hutan tropis dan tanah-tanah gambut kita yang kini diperburuk oleh perubahan iklim.

Pada saat yang sama, minggu-minggu ini puluhan ribu warga lima desa di pesisir Batang, Jawa Tengah, sedang cemas apakah lahan-lahan sawah produktif serta laut mereka yang kaya ikan akan menjadi biaya yang mereka harus bayar untuk rencana pembangunan PLTU Batubara terbesar di Asia Tenggara yang akan dibangun di wilayah itu. Beberapa sungai kita (seperti Citarum) merupakan sungai paling tercemar di dunia; kualitas udara kota-kota termasuk yang terburuk di dunia tingkat deforestasi hutan kita adalah salah satu yang tertinggi di dunia, laut-laut kita mengalami over-fishing, eksploitasi batu bara telah menjadi penyebab kehancuran dan bencana lingkungan seperti tanah longsor dan banjir, bukan hanya itu sebagai pengekspor batubara terbesar di dunia, kita juga telah mengekspor emisi karbon peyebab pemanasan global.

Masalah-masalah di atas adalah sebagain dari daftar panjang masalah-masalah lingkungan yang perlu diselesaikan oleh pemerintah yang baru. Ada banyak PR (Pekerjaan Rumah) lingkungan, namun ada harapan yang besar juga kepada Jokowi. Namum kita tau bahwa semua persoalan itu tidak bisa diselesaikan sedirian oleh Jokowi. Kita harus mengawal, mendorong dan membantu Jokowi untuk menyelesaikan PR lingkungan tersebut.

Greenpeace Indonesia melalui kampanye 100% Indonesia Hijau Damai, telah membangun jaringan lebih dari 100.000 orang yang menginginkan Presiden Jokowi untuk menyelesaikan PR lingkungan tersebut sekaligus memprioritaskan lingkungan dalam agenda pembangunannya selama lima tahun masa pemerintahannya ke depan. Selanjutnya, untuk memastikan partisipasi warga untuk terlibat dalam isu-isu lingkungan, Greenpeace juga meluncurkan JARING, sebuah platform jurnalisme warga untuk lingkungan. Di sini, warga bisa terus mewartakan informasi lingkungan dan mengirim pesan kepada presiden Jokowi tentang isu-isu lingkungan yan perlu diperhatikan oleh pemerintah baru ini.

Greenpeace bersama pendukung dan penanda-tangan petisi 100 Persen Indonesia akan menyerahkan sebuah paket hijau berupa petisi dari 100.000 orang yang menginkan 100% perlindungan lingkungan hidup Indonesia. Suara kamu yang telah mendandatangani akan disertakan dalam paket hijau ini dan akan diserahkan kepada Presiden Jokowi ke istana negara pada Senin 27 Oktober tepat tujuh hari setelah presiden ke-tujuh dilantik.

Ayo masih ada kesempatan untuk menambahkan suaramu ke dalam petisi 100% Indonesia Hijau Damai, dan bergabunglah dengan kami mengantarkan petisi dan paket hijau kepada Jokowi dengan mendaftar di sini.