Tara Buakamsri, Manager Kampanye Greenpeace Asia tenggara berada di Kopenhagen saat ini. ini lah cacatan Tara selama berada di pertemuan yang sangat menentukan nasib dunia.

Saya mendarat di bandara Kastrup, Kopenhagen dan membuka website Greenpeace untuk melihat bahwa hitungan mundur menuju Kopenhagen hanya tersisa 24 jam sebelum pertemuan yang paling penting dalam sejarah manusia untuk mencari jalan dalam menangani bencana perubahan iklim.

Namun saya cukup putus asa saat mengetahui hal pertama yang saya temukan saat meninggalkan bandara merupakan billboard dengan pemimpin dunia yang menua di dalamnya berkata, “Maaf, kami seharusnya bisa mencegah bencana perubahan iklim.. tapi tidak kami lakukan”.

obama

Saya berharap para pemimpin yang muncul di iklan-iklan tersebut, Lula dari Brazil, Tusk dari Polandia , Brown dari Inggris, Merkel dari Jerman, Sarkozy dari Perancis, Zapatero dari Spanyol, Medvedev dari Rusia, Harper dari Kanada dan Rudd dari Australia akan membuktikan sebaliknya dari iklan-iklan yang dibuat Greenpeace untuk mengingatkan mereka akan kewajiban mereka terhadap generasi mendatang dan untuk mengambil keputusan yang benar dalam mengamankan kesepakatan yang adil, ambisius dan mengikat untuk iklim dan untuk segala kehidupan di bumi.

Ribuan orang tiba di Kopenhagen untuk pertemuan langka ini (juga diketahui sebagai Konferensi Partai atau Conference of Parties ke 15 yang biasa disingkat dengan COP 15),semua hotel dan tempat penginapan telah dipesan dan semua area yang tersedia telah diubah menjadi akomodasi untuk ribuan orang yang akan datang pada beberapa hari mendatang. Saya beruntung mendapatkan tempat di penginapan dimana saya berbagi ruangan kecil dengan 6 anggota muda Friends of the Earth dari Jerman.

Pada hari pertama di Bella Center, lokasi pertemuan tersebut, saya disambut oleh peserta yang sedang mengantri panjang menunggu untuk registrasi sebagai tim perunding di udara dingin, wartawan dari 192 negara tiba untuk sesi pembukaan, belum terhitung perwakilan dari LSM dan masyarakat dari segala penjuru dunia. Antrian panjang ini juga memberi ruang untuk kelompok yang berkampanye untuk berinteraksi dengan mereka yang sedang mengantri – Kafe Greenpeace dengan para aktivisnya menyediakan kopi panas dan menyuguhkan kesepakatan, layar besar yang merupakan usaha kolaboratif dari Greenpeace dan tcktcktck dibawah jalur kereta dan tepat di depan area masuk lokasi pertemuan memutar berulang-ulang video dari pagi hingga malam hari. Video ini mencakup dokumentasi ‘Pos Pembela Iklim’ Greenpeace di hutan gambut di Semenanjung Kampar, Sumatra yang dibangun untuk menekankan dampak buruk perubahan iklim, pengaruhnya terhadap masyarakat dan keanekaragaman hayati jika para pemimpin di Kopenhagen tidak melakukan apa-apa.

Pada pintu masuk lokasi pertemuan, beberapa kelompok menyerukan suaranya; pria dan wanita dengan baju merah – penagih hutang iklim – memegang tanda yang berbunyi “negara-negara kaya – lunasi hutan iklim kalian!”; pertunjukkan yang unik dari Supreme Master Ching Hai menyebarkan selebaran “Be Veg, Go Green, Save the Planet” (jadilah vegetarian, sayangi lingkungan dan selamatkan bumi); pria dan wanita dengan boneka Kangguru menyerukan pesan yang menyalahkan “Batubara Asutralia” sebagai pembunuh bumi; kopi COP – secangkir kopi gratis persembahan industri energi angin – kedai kopi berjalan dengan sepeda yang menyuguhkan kopi, cappuccino dan teh chai.

Perjalanan yang panjang ke Kopenhagen – pertemuan iklim pertama saya – saya gagal untuk registrasi di hari pertama pertemuan karena nama saya yang masih berada di daftar cadangan dari Kampanye Global untuk Aksi Iklim atau Global Campaign for Climate Action (GCCA), saya kagum melihat suasana Bella Center dari peron kereta yang tinggi dengan satu turbin angin dibaliknya dan pembangkit tenaga listrik yang mengeluarkan asap ke udara. Stasiun penyelamatan iklim Greenpeace memang berada di sebelah gedung, saya berharap akan kesepakatan yang baik, adil, ambisius dan mengikat. Jika tidak, pertemuan Kopenhagen hanya akan menjadi pameran solusi iklim yang dimotori perusahaan dan pembicaraan politik yang berkepanjangan.

00000

Jam hitungan mundur di website UNFCCC menunjukkan angka nol. Pertemuan dimulai dibawah langit kelam Kopenhagen.