Reuters melaporkan bahwa Unilever telah memberitahukan kepada para pembeli untuk tidak membeli minyak kelapa sawit dari penanam Indonesia Duta Palma, karena kekhawatiran atas hancurnya hutan tropis di Indonesia, seoran juru bicara unilever mengatakannya kemarin.  Duta Palma telah blacklist - meskipun belum pernah menjadi pemasok, Unilever mengikuti film dokumenter yang di tayangkan BBC yang telah menunjukkan staf Duta Palma telah membuka hutan untuk perkebunan kelapa sawit.

Sebuah traktor penggali sedang bekerja dekat Desa Kuala Cenaku. Traktor penggali itu milik perusahaan Duta Palma yang sedang membuka perkebunan kelapa sawit dengan menghancurkan hutan.
Sebuah traktor penggali sedang bekerja dekat Desa Kuala Cenaku. Traktor penggali itu milik perusahaan Duta Palma yang sedang membuka perkebunan kelapa sawit dengan menghancurkan hutan (pada tahun 2008).

Pada bulan November 2009 Unilever  mengumumkan bahwa mereka menghentikan hubungan bisnis dengan minyak sawit dan perusahaan bubur kertas PT SMART karena laporan yang di keluarkan  Greenpeace yang menyoroti keterlibatan mereka dalam pengerusakan hutan tropis di Indonesia. Bustar Maitar Jurukampanye Greenpeace mengatakan "kami senang dengan komitmen ini, tetapi saat ini kita mengharapkan adanya tindakan nyata."

Sementara itu, di Swiss AFP melaporkan berita, Menteri Pertanian Gatot Irianto telah menyerukan kepada kelompok-kelompok lingkungan hidup untuk "menghentikan mengutuk kelapa sawit," berbicara pada konferensi internasional minyak sawit dan lingkungan minggu lalu. Irianto mengatakan  perkebuan minyak kelapa sawit menyediakan pekerjaan, terlepas dari persepsi luas yang merepresentasikan sebuah "bencana ekologis yang memberikan kontribusi untuk pemanasan global."

"Kekhawatiran masyarakat internasional harus dijawab dengan bukti nyata bahwa perluasan perkebunan kelapa sawit benar-benar tidak berdampak negatif pada hutan dan lingkungan hidup di indonesia, pemerintah Indonesia sudah seharusnya mengambil pelajaran penting dari pemutusan kontrak ini untuk meminta perusahaan sawit benar-benar patuh dan taat pada kebijakan yang berlaku di indonesia dan juga berkomitment untuk menghentikan pengerusakan lahan gambut dan hutan di indonesia." Tegas Bustar Maitar

Pada tahun 2008 Greenpeace telah  membuat laporan investigasi rencana konsesi perkebunan kelapa sawit dua anak perusahaan Duta Palma (PT. Bertuah Aneka Yasa and PT. Palma Satu) di kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Silakan klik link ini Laporan Greenpeace