Profile kehidupan di kamp

Halaman - 20 Nopember, 2009

RODA ANGELES - Manager Kamp 

Nama saya Roda. Sebagai pimpinan pada kamp Pembela Iklim Greenpeace saya bekerja mengawasi keadaan dari segi logistik, termasuk transportasi dan persediaan.

Tugas utama saya adalah memantau keamanan, kenyamanan dan kebersihan kamp serta memastikan setiap orang melakukan bagiannya untuk menjaga pos dalam keadaan tersebut. Saya juga bertanggung jawab atas transportasi darat dari kota Pekanbaru menuju Pos dan transportasi air dari Teluk Meranti menuju Pos yang bila digabungkan memakan empat jam.

Pos tersebut cukup besar, terdapat beberapa ruang rapat, dapur, kamar mandi, dua ruang kerja, dua kamar tidur besar dan empat tenda besar.

Kini kamp memfasilitasi 60 orang yang sebagian besar merupakan sukarelawan, namun diperkirakan angka tersebut akan meningkat dalam minggu-minggu mendatang.

Saya tiba sewaktu kamp tersebut hampir selesai dibangun dan sangat kagum terhadap usaha yang dikerahkan. Beberapa hari yang lalu kami mengadakan upacara pembukaan dan 200 orang dari masyarakat lokal datang untuk bergabung. Saat itu sangat menyenangkan dan saya senang mendapat kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Pengalaman ini sangat menarik bagi saya dan juga yang lain karena mereka datang dari berbagai negara dan daerah. Selain sukarelawan, terdapat juga juru kampanye, tim media, tim logistik dan kru pendukung.

TOM KEUNAN - IT 

Nama saya Tom, bersama dengan teman saya Geoff, kami bertanggung jawab atas peralatan komunikasi dan listrik di kamp.

Saya tiba saat pos masih dibangun, dan dengan bantuan para pekerja lokal serta tukang kayu kami merakit pembangkit listrik yang bergantung pada panel surya dengan mesin pembangkit cadangan dalam keadaan darurat.

Salah satu tugas utama kami sehari-hari adalah untuk memastikan kebutuhan listrik terpenuhi dan menjaga peralatan komunikasi agar tetap berjalan. Di area ini kami hanya bisa mengandalkan koneksi data GPRS yang berarti transmisi video kami dipancarkan ke dunia luar melalui alat koneksi satelit, peralatan yang seringkali digunakan Greenpeace di area terpencil.

Saya sudah sering bekerja di kapal Greenpeace sebagai operator radio dan pengalaman yang saya dapatkan disini cukup serupa walaupun saat di laut kami mengandalkan penggunaan air laut sementara di sini kami memakai air dari sungai.

Sangat sulit untuk kami membeli suku cadang untuk peralatan kami karena untuk mencapai kota utama memakan waktu empat jam sehingga kami sering berencana dan berimprovisasi dengan peralatan yang tersedia di sini.

Ini merupakan kesempatan lain bagi saya untuk menyaksikan hal yang membuat Greenpeace menjadi special: bekerja langsung di hadapan masalah bersama masyarakat lokal. 

RAGIL - Relawan

Nama saya Ragil dan saya bertanggung jawab atas segala kegiatan di dapur. Saya bekerja dengan tiga sukarelawan dan kami selalu memiliki jadwal yang padat.

Kami menyiapkan sarapan pukul 6.30 saat semua orang memulai kegiatan kampanye dan pemeliharaan pos pada pagi hari.

Makan siang disajikan pukul 12.30 dan makan malam pukul 18.00.

Umumnya kami menyiapkan makanan untuk 60 orang namun pada upacara pembukaan kami memiliki hampir 200 tamu. Untungnya, sukarelawan dari masyarakat lokal memberi bantuan.

Perlengkapan dibeli di pasar induk di desa terdekat, Teluk Meranti yang hanya memakan waktu 10 menit dengan perahu.

Sayangnya pasar tersebut hanya buka di hari minggu sehingga makanan seperti ikan hanya dapat disajikan di pos untuk dua hari. Oleh karena itu, makanan utama kami umumnya seputar nasi, sayuran dan tahu.

Terkadang pekerjaan ini sulit, namun semua orang mencoba membantu dengan membersihkan sendiri piring dan peralatan makan mereka. Tentunya tanpa menghabiskan banyak air!

SURI - Suster

Nama saya Suri, bekerja sebagai perawat dengan rekan saya di kamp Pembela Iklim Greenpeace.

Ini merupakan ketiga kalinya saya berpartisipasi untuk Kamp Greenpeace di hutan dan saya senang mendapatkan lagi kesempatan untuk berkontribusi kepada Greenpeace dalam kegiatan kampanye iklim di Indonesia.

Sebagai perawat, saya harus memastikan kesehatan semua orang dan persediaan vitamin serta nutrisi yang diberikan secara berkala. Melihat kegiatan para aktivis, saya juga harus memantau agar setiap orang beristirahat dengan cukup.

Dengan adanya penyakit seperti malaria di hutan, saya membagikan obat anti-malaria begitu pula obat-obat lain yang dapat melawan alergi. Dengan pantauan ketat, situasi disini cukup aman walaupun kami bekerja di area terpencil.

Saya akan tinggal di kamp untuk satu bulan ke depan dan akan terus ada untuk membantu para aktivis dan tamu.