Greenpeace Asia Tenggara menunjuk Yeb Sano sebagai Direktur Eksekutif yang baru

Berita - 3 Februari, 2016
Tidak setiap hari Anda bisa menyambut seorang veteran aktivis iklim dunia ke dalam Greenpeace. Itu sebabnya kami senang menunjuk Yeb Sano sebagai Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara yang baru.

Executive Director of Greenpeace Southeast Asia Naderev "Yeb" Saño poses for portrait in Greenpeace Jakarta office, Wednesday, January 27, 2016.

Yeb datang ke Greenpeace membawa hampir dua dekade pengalaman bekerja dalam melawan perubahan iklim. Sebelum bertugas sebagai Komisioner Perubahan Iklim untuk Filipina, ia bekerja dengan WWF Filipina selama 14 tahun.

Ketua Dewan Regional Greenpeace Southeast Asia, Suzy Hutomo mengatakan, "Kami sangat senang menyambut Yeb Sano. Kami yakin bahwa ia akan mampu memimpin Greenpeace Asia Tenggara untuk mencapai tujuan besar kami melindungi warisan alam di Asia Tenggara dari kehancuran.

"Di bawah kepemimpinan Yeb ini, Greenpeace akan terus bekerja sama dengan gerakan sosial dan lingkungan lain untuk mencapai tujuan bersama kita. Dengan dukungan dari masyarakat, kita tahu bahwa kita dapat mencapai keadilan sosial dan lingkungan. " 

Salah satu momen penting Yeb datang selama KTT Iklim 2013 PBB di Warsawa dimana ia menjadi Kepala Negosiasi Filipina. Kala itu, Topan Haiyan yang merusak telah memporakporandakan kehidupan masyarakat, termasuk kerabat Yeb di Tacloban, Filipina. Pidato emosional yang Yeb telah menyentuh hati masyarakat dunia dalam menyerukan tindakan terhadap perubahan iklim:

 

 

"Itu adalah saat yang memilukan yang mengubah hidup saya. Saya didorong masuk ke dalam tanggung jawab untuk menjadi suara bagi yang tidak dapat bersuara, menjadi suara antara ribuan yang menangis untuk keadilan iklim, "kata Yeb.

 Pada tahun 2014, ia berlayar di kapal Greenpeace, Esperanza, ke Arktik untuk menarik perhatian pada perubahan efek iklim yang terjadi di seluruh dunia. Meskipun ia berada jauh dari rumah, ia ingin menunjukkan bagaimana masalah ini mempengaruhi orang-orang di seluruh dunia secara berbeda. Dia mengatakan:

"Saya lahir lebih dari 8500 kilometer dari Kutub Utara, namun saya datang untuk menyadari bahwa masa depan saya dan masa depan negara saya tergantung pada nasib Arktik yang sedang mencair."

Yeb bergabung Greenpeace dengan keyakinan bahwa solusi untuk krisis ekologi di dunia tidak ada dalam koridor kekuasaan, tetapi dengan mempercepat sebuah gerakan global dari masyarakat yang saling berhubungan.

"Pertempuran tidak bisa dimenangkan hanya dari lembaga kami dan dalam batas-batas negara saya sendiri. Kita semua harus berdiri bersama-sama untuk mewujudkannya. "

"Saya senang tidak hanya akan bergabung dengan organisasi kampanye lingkungan global paling dicintai, tetapi juga bisa bergabung dengan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia yang membuat misi organisasi ini terwujud."

 

Baca riwayat hidup Yeb Sano