Harimau itu Semakin Terusir dari Rumahnya

Berita - 26 Juli, 2011
Awal Juli tahun ini diawali dengan berita menyedihkan, Harimau Sumatera “sang raja hutan” yang mati dengan cara mengenaskan. Kejadian ini didokumentasikan greenpeace ketika Harimau tersebut berusaha diselamatkan oleh tim Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Riau.

Harimau itu  mati di rumahnya sendiri yang hancur dan berubah fungsi menjadi perkebunan akasia milik APP, Raksasa Pulp dan Kertas yang terus menghancurkan hutan Indonesia.

Video menyedihkan ini memperlihatkan harga yang harus dibayar oleh kehidupan liar untuk perusakan hutan. :

Dampak penghacuran hutan yang dilakukan oleh APP tidak hanya menyengsarakan Harimau sumatera tetapi juga mengancam keseimbangan iklim. Penghancuran hutan alam sumatera oleh APP untuk memasok kebutuhan industri pulp dan kertas juga digunakan untuk kemasan produk-produk Hasbro, Mattel dan Disney. Penghancuran hutan alam secara terus menerus memaksa harimau sumatera dan satwa liar lainnya yang hidup di dalam hutan semakin terdesak mendekat ke pemukiman masyarakat.

Lokasi Pembukaan hutan habitat harimau oleh APP. berada didalam konsesi, 13 km, seekor harimau sumatera terjebak dalam perangkap hewan. © Melvinas Priananda/Greenpeace


Bukti video kami ini semakin memperjelas bahwa APP tidak perduli lingkungan dan malah menghacurkannya, bukti ini juga semakin memperjelas bahwa berbagai “label lestari” yang disandang APP sangat patut diragukan, kredibilitas badan sertifikasi hutan seperti, the Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) juga patut dipertanyakan. PEFC memberi sertifikat ‘lestari’ kepada produk-produk kertas di seluruh dunia, tetapi oleh banyak pihak berulang kali dikritik karena hubungan mereka dengan APP. Sangat mengherankan produk yang mengandung kayu hutan alam dari habitat harimau yang mati ini bisa mendapat sertifikasi dari PEFC.

Bulan lalu, Greenpeace menggunakan tes forensik mengungkap produk mainan seperti Barbie dan Transformer yang diproduksi Hasbro, Mattel dan Dysney menggunakan kemasan yang berasal dari perusakan hutan di Indonesia. Penelitian ini juga menggunakan panduan investigasi lapangan, pemetaan data mengungkap fakta-fakta terbaru penghancuran hutan alam dan gambut di pulau Sumatera yang dilakukan APP

Tuliskan surat pada Mattel untuk menghentikan penghancuran hutan di Indonesia.

Memberikan pendidikan kepada generasi masa depan tidak harus menghancurkan masa depan hutan Indonesia.