Hentikan Pencemaran di Sungai Citarum

Masyarakat DAS Citarum menyerukan industri untuk berhenti mencemari sumber air terpenting di Jawa barat

Berita - 3 Mei, 2011
Kampanye air Greenpeace dimulai di aliran sungai Citarum, Jawa Barat. Bersama masyarakat yang tergabung di PKK DAS (Perhimpunan Kelompok Kerja Daerah Aliran Sungai) Citarum menginginkan pemerintah mengambil aksi langsung untuk segera menangani masalah yang meresahkan masyarakat selama ini. Bersama, kami menginginkan Citarum yang bersih dari limbah beracun “Citarum Nadiku, Mari Rebut Kembali”


©Yudi Mahatma/Greenpeace

Banner di Sungai citarum yang bertuliskan “?” simbol ini dimaksudkan bahwa masyarakat ingin mengetahui apa saja yang terkandung di sungai Citarum. Informasi yang mengenai bahan kimia beracun apa saja yang selama ini merusak sungai yang mereka cintai. Sungai Citarum mengalir deras di setiap nadi masyarakat untuk perekonomian, pertanian, peternakan, mandi, keperluan rumah tangga dan Industri.

Hasil jejak pendapat yang dilakukan Greenpeace dan LP3ES pada pada April 2011 dengan 400 responden dari 20 desa di sekitar Citarum, dari hulu ke hilir ini memperkuat pengetahuan umum bahwa sampah industri berperan besar dalam polusi Citarum. 79,8% masyarakat di DAS Citarum percaya bahwa polusi sungai mayoritas disebabkan oleh limbah industri. 92,3% responden juga mengaku sadar bahwa limbah industri itu berdampak sangat berbahaya bagi kehidupan dan lingkungan. 82,5% setuju bahwa industri harus bertanggung jawab terhadap polusi mereka; dan 81% setuju industri harus berhenti membuang limbah ke sungai. Sementara itu, 80,3% responden setuju bahwa pemerintah harus menegakkan peraturan yang lebih kuat untuk mencegah industri terus melakukan polusi dan 68,3% setuju bahwa masyarakat harus mendapat akses mudah terhadap informasi mengenai limbah beracun apa saja yang dikeluarkan industri.

Citarum menyediakan air bersih bagi mayoritas Jawa Barat. 80% darinya untuk Jakarta (1). Meski demikian, sungai ini pernah disebut sebagai salah satu sungai terkotor di dunia pada 2007 (2). Penggunaan melebihi kapasitas dan polusi industri yang semakin meningkat 20 tahun terakhir ini telah sangat merusak sungai ini. Citarum menopang 20% output industri Indonesia (3) dan di tepiannya ribuan pabrik yang mengeluarkan limbah beracun. Juga terlihat polusi seperti sampah dan lain-lain.

Greenpeace percaya cita-cita Citarum bersih bisa terwujud. Kami akan bekerja sama bersama seluruh pemangku kepentingan sungai ini untuk mengembalikan Citarum. Hasil jejak pendapat mengkonfirmasi bahwa masyarakat tahu polusi industri meracuni sungai Citarum dan menimbulkan dampak sangat berbahaya bagi kesehatan, lingkungan dan kehidupan.

Greenpeace mendesak industri untuk segera menghentikan pencemaran sungai dengan bahan kimia berbahaya. Kami mendesak pemerintah untuk menegakkan pengawasan yang lebih ketat dan mengambil tindakan terhadap pencemar dan memberikan informasi terbuka kepada publik mengenai bahan kimia beracun yang mencemari sungai yang menjadi tumpuan hidup jutaan Manusia.

Citarum Nadiku, Mari rebut kembali

Hasil Polling Masyarakat DAS Citarum 2011