Janji “Obama” Mengakhiri Krisis Iklim

Berita - 18 September, 2009
Dalam sebuah "Pengumuman Bersejarah" yang terjadi hari ini di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok, Thailand, "Presiden Obama" telah bersumpah untuk mengakhiri krisis iklim dengan suatu kesepakatan yang mengikat, tepat waktu dan ambisius pada pertemuan perubahan Iklim di Kopenhagen pada bulan Desember. "Obama" juga berkomitmen dalam pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi, dan berjanji mengalirkan dana miliaran dollar untuk menyelamatkan hutan sebagai tindakan mitigasi paling utama menghentikan krisis global.

Seorang Indonesia yang mirip dengan presiden Amerika Serikat Presiden Barack Obama, memegang sebuah poster Greenpeace Chang(e) Caravan setelah menyampaikan pidato di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok menyatakan bahwa ia akan mengakhiri krisis iklim. Pidato ini disampaikan dalam aksi kreatif yang diselenggarakan oleh Greenpeace untuk memanggil Presiden Obama memimpin perubahan iklim dan menjamin solusi yang ambisius, adil dan mengikat perjanjian iklim global.

Seorang Indonesia,Ilham Anas, yang mirip dengan Presiden Barack Obama, berjabat tangan dengan juru kampanye Greenpeace saat ia memegang papan bertuliskan " Chang(e) I will" setelah menyampaikan pidato di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok menyatakan bahwa ia akan mengakhiri krisis iklim.

Seorang Indonesia yang mirip dengan presiden Amerika Serikat Presiden Barack Obama, memegang sebuah poster "chang(e) I will" setelah menyampaikan pidato di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok menyatakan bahwa ia akan mengakhiri krisis iklim. Pidato ini disampaikan dalam aksi kreatif yang diselenggarakan oleh Greenpeace untuk memanggil Presiden Obama memimpin perubahan iklim dan menjamin solusi yang ambisius, adil dan mengikat perjanjian iklim global.

Seorang Indonesia yang mirip dengan presiden Amerika Serikat Presiden Barack Obama, memegang sebuah poster Greenpeace Chang(e) Caravan setelah menyampaikan pidato di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok menyatakan bahwa ia akan mengakhiri krisis iklim. Pidato ini disampaikan dalam aksi kreatif yang diselenggarakan oleh Greenpeace untuk memanggil Presiden Obama memimpin perubahan iklim dan menjamin solusi yang ambisius, adil dan mengikat perjanjian iklim global.

Seorang Indonesia yang mirip dengan presiden Amerika Serikat Barack Obama, dengan sebuah poster Greenpeace Chang(e) Caravan menyatakan bahwa ia akan mengakhiri krisis iklim.

Pidato yang sangat singkat tetapi sangat penting ini merupakan pernyataan yang sangat ditunggu oleh para aktivis lingkungan di seluruh dunia. Pernyataan ini  disampaikan oleh seorang pria benama Ilham Anas (warganegara Indonesia) berusia 34 tahun yang sangat mirip dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Pidato yang disampaikan dalam aksi kreatif yang diselenggarakan oleh Greenpeace sebagai bagian dari kegiatan global TckTckTck menyerukan para pemimpin dunia untuk segera bertindak atas perubahan iklim di depan sidang umum PBB pada 22 September yang akan dihadiri oleh Presiden Obama yang sebenarnya, dan pada bulan Desember di pertemuan UNFCCC yang hingga kini kehadirannya belum dapat dikonfirmasi.

Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggara Tara Buakamsri menyatakan:

"Pidato yang disampaikan oleh "Obama" selama aktivitas hari ini adalah janji yang diinginkan seluruh aktivis lingkungan di seluruh dunia kepada Presiden Amerika Serikat Obama untuk melakukan penghentian krisis iklim global. Di antara para pemimpin dunia, Presiden Amerika Serikat Barack Obama berada dalam posisi untuk membuat perbedaan terbesar bagi iklim dan menjamin masa depan negara-negara yang paling rentan dan paling tidak siap menghadapi dampak pemanasan global, seperti Asia Tenggara. Menurut jajak pendapat yang dirilis kemarin, 53% dari orang Asia percaya kesepakatan di Kopenhagen tergantung pada kepemimpinan Presiden Amerika Serikat."

Setelah pidatonya, "Obama" memegang papan dengan kata-kata "Chang(e) I will"Serta mempromosikan Chang(e) Caravan, parade gajah Asia dan masyarakat untuk perubahan, yang saat initengah melintasi Central Plains Thailand untuk menceritakan dampak-dampak dari perubahan iklim dan  mengumpulkan dukungan mayarakat untuk menyerukan para pemimpin dunia, terutama Presiden Obama dari Amerika Serikat, bertindak untuk menatasi perubahan iklim dan untuk menjamin masa depan Asia Tenggara.

Penelitian ilmiah terbaru menunjukkan dampak bencana iklim dapat dihindari dengan mengurangi emisi gas rumah kaca global setelah 2015, dengan menjaga kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius. Greenpeace mendesak negara-negara maju, sebagai kelompok, menyetujui untuk memotong emisi sebesar 40 persen di bawah tahun 1990 pada tahun 2020 dan memberikan USD 140 miliar/tahun untuk kebutuhan negara-negara berkembang menghentikan deforestasi, beradaptasi dengan keadaan  yang tidak dapat dihindari dari dampak perubahan iklim, dan pembangunan ekonomi dengan tingkat karbon yang rendah.

Dari Pidato "Obama":

"Beberapa tantangan penting yang dihadapi dunia adalah memerangi perubahan iklim. Banyak dari Anda bekerja untuk menghadapi tantangan ini.

Saya berkomitmen untuk bekerja dengan Anda.

Saya akan menghadiri KTT Iklim Kopenhagen.

Saya akan memastikan secara kesepakatan iklim yang ambisius, adil dan mengikat.

Saya akan menyiapkan dana untuk mitigasi dan adaptasi iklim, dimulai dengan dana untuk melindungi hutan yang tersisa.

Ini kesempatan kita untuk membangun masa depan yang baru bagi anak-anak kita. Sayatidak akan membiarkan kesempatan ini terleati begitu saja."

Kategori