Surat Terbuka untuk Asia Pulp and Paper (APP)

Berita - 13 Juni, 2011
Pada hari Jumat, 10 Juni 2011, Greenpeace mengirimkan surat ini secara resmi kepada Bapak Teguh Widjaja, CEO APP, sebagai salah satu cara agar kami bisa memperkirakan sejauh mana dampak yang akan ditimbulkan dari keputusan APP melanjutkan pasokan serat dari kayu hutan alam. Ini untuk menjadi perhatian bagi perusahaan konsumen produk APP di seluruh dunia.

Greenpeace akan tetap terus berkampanye berusaha meyakinkan perusahaan konsumen untuk bertindak dan membantu membawa perubahan yang signifikan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan penghancuran hutan alam seperti APP hingga praktik deforestasi ini dihentikan. Greenpeace mendesak APP untuk menghentikan praktik deforestasi di hutan alam dan lahan gambut dan mengambil komitmen seperti GAR, divisi minyak sawit yang berada dalam satu Grup Sinar Mas dengan APP, untuk tidak membuka hutan alam bernilai konservasi tinggi, lahan gambut, dan wilayah yang menyimpan karbon tinggi.

Greenpeace peduli dengan kelestarian hutan Indonesia, yang sayangnya kelestarian itu tidak akan bisa bertahan lama jika praktik pembukaan hutan alam dan lahan gambut yang dilakukan oleh APP terus dilakukan tanpa memperhitungkan kawasan hutan bernilai konservasi tinggi, lahan gambut dalam, serta kawasan penting yang menjadi habitat Harimau Sumatera yang kian langka.

Greenpeace akan tetap terus berkampanye berusaha meyakinkan perusahaan konsumen untuk bertindak dan membantu membawa perubahan yang signifikan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan penghancuran hutan alam seperti APP hingga praktik deforestasi ini dihentikan.

-----------------------------------------------------------------------

Jakarta, 8 Juni 2011

 

Kepada Yth.

Bapak Teguh Widjaja

CEO Asia Pulp and Paper

Di Jakarta

 

Dengan hormat,

Mengetahui bahwa perusahaan Anda telah membuat keputusan untuk terus menggunakan kayu hutan alam sampai paling tidak tahun 2015, maka Greenpeace secara organisasi membuat keputusan untuk meningkatkan kampanye kami terhadap pembukaan hutan yang terkait dengan perusahaan Anda.

Seperti halnya kampanye penyelamatan hutan lainnya yang kami lakukan di berbagai belahan dunia, Greenpeace berusaha meyakinkan perusahaan konsumen untuk bertindak dan membantu membawa perubahan yang signifikan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan penghancuran hutan alam.

Sebagai bagian dari kampanye penyelamatan hutan di Indonesia, kami telah melakukan beberapa langkah penting di sektor minyak sawit. Anda tentu mengetahui pengumuman yang dibuat oleh Golden Agri Resources, perusahaan yang berada dalam satu kelompok usaha dengan APP. GAR berkomitmen untuk ‘memastikan operasi minyak sawit mereka tidak memiliki jejak deforestasi. Komitmen ini meliputi:

  • Tidak ada konversi di wilayah bernilai konservasi tinggi (HCV), yang diidentifikasi berdasarkan kajian independen.
  • Tidak ada konversi di lahan gambut.
  • Proses Free, prior and informed consent pada komunitas lokal dan masyarakat adat.
  • Tidak ada konversi di wilayah yang memiliki karbon tinggi (HCS).

 

Dibanding komitmen di atas, tenggat waktu penggunaan kayu hutan alam oleh APP sangatlah tidak kredibel. Tahun 2015 menandai hampir satu dekade sejak APP pertama kali mengklaim akan menggunakan serat dari perkebunan kayu. Dalam kurun waktu tersebut Greenpeace menyaksikan pemasok APP, seperti perusahaan-perusahaan Sinar Mas Forestry, menyasar dan membuka wilayah-wilayah penting dari hutan alam dan lahan gambut yang kaya karbon. Kami melihat ekspansi yang dilakukan bahkan sampai ke wilayah gambut dalam, demikian juga wilayah yang telah diidentifikasi sebagai wilayah prioritas untuk konservasi harimau.

Kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan agar kami bisa memperkirakan sejauh mana dampak yang akan ditimbulkan dari keputusan perusahaan Anda melanjutkan pasokan serat dari kayu hutan alam. Pertanyaan-pertanyaan ini tentu juga menjadi perhatian bagi perusahaan konsumen produk Anda di seluruh dunia.

Pertanyaan 1: Berapa total luas wilayah hutan alam yang akan dibuka untuk memasok pabrik APP antara sekarang sampai akhir tahun 2015?

Pertanyaan 2: Berapa total luas wilayah hutan habitat harimau yang akan dibuka untuk memasok pabrik APP antara sekarang sampai akhir tahun 2015?

Pertanyaan 3: Berapa total luas lahan gambut yang akan dikembangkan oleh pemasok APP antara sekarang sampai akhir tahun 2015?

Pertanyaan 4: Berapa total luas wilayah gambut dalam – yaitu wilayah yang tidak boleh dikembangkan berdasarkan peraturan negara Republik Indonesia – yang akan dikembangkan oleh pemasok APP antara sekarang sampai dengan akhir tahun 2015?

Pertanyaan 5: Bagaimana rencana ekspansi kapasitas pabrik pulp Anda di Indonesia antara sekarang sampai akhir tahun 2015?

Pertanyaan 6: Apakah ada rencana perluasan wilayah oleh perusahaan pemasok Anda (baik yang dimiliki maupun dikelola) di luar yang telah dimiliki saat ini?

Kami berharap bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Dan kami juga akan dengan senang hati untuk bertemu dengan perwakilan APP ketika perusahaan Anda siap mengimplementasikan komitmen yang setara dengan perusahaan di satu kelompok usaha yang kami sebutkan di atas.

 

Hormat kami,

Nur Hidayati

Indonesia Country Representative

Greenpeace