Greenpeace menghadang kapal bermuatan kayu ilegal dari hutan Papua Nugini.

Berita - 3 September, 2008
Aksi damai yang dilakukan Greenpeace hutan surgawi, Papua Nugini bersama masyarakat lokal untuk melihat secara langsung kejadian tersebut dari sebuah perahu dengan nyanyian dan tarian.

Para aktivis Greenpeace dari kapal Esperanza dengan masyarakat lokal membentangkan spanduk di kapal Harbour Gemini

Kapal Harbour Gemini memuat kayu yang berasal dari  Paia Inlet, Propinsi Gulf , Papua nugini akan menuju China. Empat aktivis Greenpeace yang berasal dari Kapal Espesanza memanjat mesin derek yang berada di kapal tersebut dengan spanduk bertuliskan "Protect Forest, Save Our Climate"

Mengapa Kami melakukan ini?

Stop Penghancuran Hutan Stop Penghancuran iklim, Penghancuran hutan telah menyumbang 20% emisi gas rumah kaca (GRK) di Dunia setiap tahun. Penebangan yang terjadi Papua nugini sudah  tidak terkontrol.

"Kami menghandang  kapal bermuatan kayu illegal dengan dukungan para masyarakat lokal, Dimana kehidupan mereka bergantung pada hutan dan saat ini hutan mereka hampir punah"

Lihat Kegiatan Greenpeace Langsung dari Kapal Esperanza

Sam Moko, Juru Kampanye Hutan di atas kapal Harbour Gemini

Juru Kampanye Hutan Sam Moko yang berada di atas kapal Harbour Gemini, "Kita harus segera menyelamatkan dan mempertahankan hutan alam yang tersisa untuk menyelamatkan iklim. Greenpeace meminta pemerintah Papua Nugini untuk melakukan moratorium atau daerah penebangan kayu akan bertambah dan terus bertambah"

Catatan korupsi dan kebohongan di PNG

Pemerintah PNG telah meminta bantuan internasional untuk penyelamatan hutan dan mencegah perubahan iklim. Tetapi yang terjadi penebangan ilegal dan pengundulan hutan terus berlangsung.

Sedikitnya pengetahuan tentang tata kelola hutan, membuat dakwaan korupsi dan penyalahgunaan dana. Belakangan ini, terungkap salah satu perusahaan kayu diwajibkan membayar sebesar $78 Juta dollar Singapura (US$ 67 juta dollar Amerika) dan mengalir ke rekening pribadi seorang menteri di singapura. Jika Papua Nugini masih mencari dukungan pendanaan atas karbon untuk melindungi hutan mereka, Mereka harus segera melakkan penyelidikan pada bukti-bukti yang ada.

Keuntungan penyelidikan untuk masyarakat

Masyarakat lokal pemilik hutan yang berada di areal konsesi Turama Extention sudah berulang kali menanyakan kepada pemerintah tentang hasil penyelidikan selama 13 tahun atas dokumen pelanggaran undang-undang kehutanan pada perusahaan Turama Forest Industri, milik perusahaan Rimbunan Hijau. Tapi tidak ada yang pernah ada hasilnya.

Baca masalah dari penebangan ilegal, oleh perusahaan Rimbunan Hijau (Versi: Inggris)

Kemaru Garry Bissue Ketua persatuan Kikori dan pemilik tanah dari suku Kibiri. Sukunya telah menanyakan kepada pemerintah PNG untuk melakukan suatu tindakan atas rekomendasi dari bank dunia di tahun 2004 yang melakukan peninjauan konsesi penebangan di tanah mereka

Kemaru menegaskan"Kami disini untuk melakukan protes atas segala kerugian yang di sebabkan oleh Taruma Forest Industri dan melakukan perjanjian dengan kelompok kami. Perusahaan ini telah seweng-wenang  di tanah leluhur kami, merusak sungai, menebang di dekat permukiman, membuat kami kesulitan untuk mencari bahan makanan dan mereka tidak membayar ganti rugi sedikit pun"

Australia turut andil melakukan kesalahan

Setiap tahunnya Australia mendatangkan kayu ilegal sekitar $400 miliyar. Mendatangkan kayu-kayu ilegal dari hutan alam turut menyumbang pada perubahan iklim, penghancuran hutan dan korupsi. Pemerintahan Rudd harus menjalankan janji mereka pada saat kampanye dan secepatnya  melakukan larangan mendatangkan penebangan kayu ilegal dan kayu-kayu yang membuat kehancuran hutan.

Beberapa foto dari kedatangan kapal esperanza di PNG pada 25 Agustus

Saatnya Beraksi!

Kirimkan surat kepada Uni-Eropa untuk menghentikan kayu-kayu ilegal

Dukung Kami!

Pendanaan Greenpeace TIDAK berasal dari pemerintah atau perusahaan tetapi berasal dari individu-individu seperti anda.