Merek Global Mengirim Pesan Jelas pada Sinar Mas - Hentikan Meluluhkan Bumi!

Laporan baru yang mengungkap perusakan hutan alam yang sedang terjadi

Berita - 6 Juli, 2010
Perusak hutan alam yang sudah dikenal luas, Sinar Mas terus melakukan perusakan ribuan hektar hutan alam berharga kita, dengan semakin meningkatnya permintaan global atas produk pulp and paper murah, sepertinya kegiatan itu tidak akan berhenti. Jika tidak ditangani, Sinar Mas akan membuat upaya Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim menjadi sia-sia.

Bukit Tigapuluh. Salah satu tempat terakhir untuk harimau Sumatra dan keanekaragaman hayati lainnya.

Laporan terbaru Greenpeace "Bagaimana Sinar Mas Meluluhkan Bumi"

memperlihatkan bagaimana divisi pulp and paper Sinar Mas, Asia Pulp and Paper (APP), mengancam keberadaan harimau yang terancam punah dan hajat hidup masyarakat lokal demi memenuhi kebutuhan pulp bagi pabrik mereka dan ekspansi agresif ke luar negeri seperti China, Kanada dan Australia.

Menggunakan data dari Pemerintah Indonesia dan data serta peta rahasia Sinar Mas, juga investigasi langsung di lapangan, laporan ini telah menciptakan reaksi besar dari pasar global.

Selasa lalu, jaringan supermarket global, Carrefour menyatakan mereka akan menghentikan pembelian beberapa produk kertas APP. Sementara itu, surat dari Kraft Foods ke Sinar Mas yang didapat harian The Jakarta Globe menyatakan perusahaan raksasa itu akan "mengalihkan sumber bahan bakunya... hingga Sinar Mas Grup dengan jelas memperlihatkan operasi mereka sejalan dengan hukum lokal dan bisa menggunakan material pulp and paper dari sumber yang berkelanjutan.

Moratorium menjadi sia-sia

Laporan investigasi baru ini juga menggarisbawahi komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari perusakan hutan di dalam skema kesepakatan US$ 1 milliar dengan Norwegia bisa menjadi sia-sia jika moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan tidak memasukkan semua perusakan hutan dan lahan gambut yang saat ini terjadi.

Jutaan hektar hutan - termasuk ratusan ribu hektar yang berada di bawah kekuasaan Sinar Mas - tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Norwegia. Celah ini bisa membuat sia-sia semua upaya untuk mengurangi emisi Indonesia. Presiden Yudhoyono harus segera melakukan implementasi moratorium pada semua perusakan hutan dan memastikan perlindungan menyeluruh terhadap lahan gambut. Hanya dengan cara itu kita bisa memastikan Indonesia bisa menurunkan emisi gas rumah kaca.

Kebohongan Klaim Keberlanjutan Terungkap

Meski terus melontarkan janji untuk beroperasi di jalur keberlanjutan dan akan menggunakan bahan baku yang didapat dari tanaman hutan industri mulai 2009, APP hingga saat ini masih menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan alam untuk dua pabrik mereka di Sumatra. Sinar Mas mempunyai area hutan alam luas di dalam konsesi mereke, menunggu waktu untuk dihancurkan, termasuk area di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh yang menjadi area penting bagi Harimau Sumatra yang terancam punah.

Dibutuhkan Aksi Segera

Untuk menghentikan perusakan besar-besaran hutan alam kita yang masih tersisa dan habitat yang ada di dalamnya, dua hal penting harus dilakukan. Perusahaan seperti Sinar Mas (kelapa sawit dan kertas) kontraknya harus diputus hingga Sinar Mas menunjukkan telah mengimplementasikan kebijakan nol perusakan hutan dan melindungi semua lahan gambut di konsesi mereka. Kedua, moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan yang baru-baru ini diumumkan Presiden Yudhoyono harus juga memasukkan konsesi yang sudah diberikan, yang saat ini menjadi tempat perusakan hutan oleh Sinar Mas dan perusahaan lain. Hanya dengan cara itu masalah perusakan di Indonesia bisa diatasi.