Aktivis Greenpeace Mengunci Diri di Alat berat Penghancur Hutan

Berita - 13 Nopember, 2009
Sementara para politisi terus berbicara, kami berdiri mengambil tindakan di garis depan kehancuran hutan dan kehancuran iklim di Indonesia. Barack Obama akan segera tiba di Asia untuk kunjungan resmi pertamanya sementara Amerika terus menghalangi kemajuan perjanjian petemuan PBB untuk iklim yang semakin kritis.

Greenpeace aktivis membentangkan banner sebesar 20 x 30 meter di area hutan yang baru saja dirusak bertuliskan: “Obama, Anda Bisa Menghentikan Ini”, menuntut Obama mengambil kepemimpinan kuat dan bekerja sama dengan para pemimpin negara lain demi upaya menghindari krisis iklim dengan cara menghentikan deforestasi

Seperlima dari emisi gas rumah kaca global yang berasal dari menebang dan pembakaran hutan, jelas kita tidak bisa mencegah bencana iklim jika para pemimpin dunia tidak mengambil tindakan untuk menghentikan kehancuran.

Lima puluh aktivis kami di Semananjung Kampar Riau yang berasal dari Indonesia, Filipina, Thailand, Spanyol, Jerman, Belgia, Brasil dan Finlandia - menhentikan deforestasi langsung di jantung hutan tropis Indonesia dan menghentikan perusahaan yang sedang membuka dan menghancurkan hutan yang kaya akan simpanan karbon di lahan gambut  dan meminta Obama untuk mengambil langkah tegas akan tindakan untuk perubahan iklim. Beberapa minggu sebelum pertemuan PBB untuk iklim di Desember, pemerintahan Obama secara aktif mengulur-ulur negosiasi perubahan iklim.

Sekelompok aktivis membuka spanduk besar dengan ukuran 20x30 meter spanduk di daerah yang hutannya baru saja di hancurkan oleh perusahaan pulp dan kertas yang berbunyi "Obama: Anda dapat menghentikan ini". Kelompok lainnya mengunci diri pada tujuh mesin berat yang berada di tengah hutan yang telah dihancurkan oleh Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL - salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di Indonesia). Meskipun cuaca panas terik, nyamuk-nyamuk dan hujan deras - aktivis kami berhasil bertahan dan tetap terkunci di alat berat tersebut. Para pekerja bahkan mulai menyalakan tiga dari excavator dan memindahkan salah satu dari mereka dengan tiga aktivis kami masih terkunci di atapnya. Mereka berhenti ketika aktivis lainnya dengan berani duduk tepat di depan mesin.

Sekita 10 Jam para aktivis berada pada situasi yang sangat menegangkan - ketika karyawan perusahaan membuka paksa rantai dan memulai menyalakan lagi empat dari alat berat mereka - bahkan meskipun alat berat itu menyala 7 aktivis kami tetap terkunci ke atasnya. Polisi bergerak untuk menghentikan protes kami atas kehancuran hutan yang telah APRIL lakukan. Aktivis kita saat ini ditahan oleh polisi.

Pembohong - dan hutan kami hilang!

Sebagai tanggapan terhadap surat yang telah kami kirimkan menuliskan keprihatinan kami tentang kerusakan hutan di daerah semenanjung kampar kepada APRIL, perusahaan pulp dan kertas APRIL menyatakan mereka telah menghentikan operasinya di Semenanjung Kampar. Tapi kita seluruh dunia telah melihatnya bahwa itu sangat tidak benar. Jadi, awal pekan ini kami meluncurkan bukti-bukti terbaru - termasuk pengawasan gambar dari udara - yang membuat kami tidak ada keraguan APRIL menghancurkan hutan ini. Dari data yang kami dapatkan menimbulkan kecurigaan bahwa perusahaan ini telah menghancurkan hutan lahan gambut yang mempunyai kedalaman lebih dari 3 meter. Dalam peraturan undang-undang di Indonesia 3 meter adalah batas maksimum kedalaman diperbolehkan oleh hukum Indonesia.

Pada saat yang hampir bersamaan kami membawa bukti-bukti ini ke sebuah pertemuan publik yang diselenggarakan oleh APRIL di Pekanbaru.Dimana persahaan tersebut sedang memperkenalkan sebuah program disebut "High Value Forest Assessment ' yang bertujuan untuk greenwashi citranya.

Huh...!!! Kita perlu perlindungan hutan SEKARANG!

Aksi hari ini di Semenanjung Kampar Propinsi Riau, Kami telah membuka "Kamp pembela iklim" pada 26 Oktober lalu. Kehancuran hutan dan lahan gambut di Indonesia telah mengeluarkan sejumlah besar CO2 dan telah mendorong Indonesia untuk menjadi negara polusi terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan Amerika Serikat. Lahan gambut di daerah ini menyimpan sekitar 2 milyar ton karbon. Aktivis kami di kamp telah menghabiskan beberapa minggu terakhir membangun bendungan di kanal-kanal - yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan kertas untuk menyiapkan lahan perkebunan - untuk mencegah mereka menguras dan menghancurkan hutan dan gambut ini dan melepaskan CO2 ke atmosfer.

Presiden Obama bergabung bersama 20 kepala negara lain di Singapura untuk membicarakan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) - hanya beberapa minggu sebelum ia dan pemimpin lain harus menyetujui kesepakatan bersejarah untuk mencegah krisis iklim di bulan Desember puncak iklim PBB. Daripada terus memblok kemajuan - Obama dan para pemimpin dunia lain  perlu untuk mendorong perjanjian yang ambisius, adil dan efektif mengakhiri yang mencakup penghancuran hutan di dunia.