Iwan Fals Berteriak Selamatkan Hutan

Berita - 29 April, 2009
“Ketika pohon terakhir sudah kita tebang, ketika sungai terakhir sudah tercemar dan ketika ikan yang terakhir sudah ditangkap,pada saat itu kita baru akan sadar bahwa uang tak bisa kita makan.” Kalimat itu dengan lantang diteriakkan Iwan Fals, dalam konsernya bertajuk “Berpijak yang Bijak” di kediamannya, Leuwinanggung, Jawa Barat Sabtu (25 April) lalu.

Anak-anak yang hadir saat konser ikut melakukan cap tangan untuk penyelamatan hutan Indonesia

Anak-anak yang hadir saat konser ikut melakukan cap tangan untuk penyelamatan hutan Indonesia

Orang utan berada di konser Iwan fals untuk menyerukan penghentian perusakan hutan

teriakkan Iwan Fals, dalam konsernya bertajuk “Berpijak yang Bijak"

Seruan itu langsung disambut gegap gempita oleh sekitar 1.500 penggemar Iwan Fals, yang memadati konser.

Iwan Fals, penyanyi legendaris Indonesia, beberapa waktu belakangan ini memang rutin mengadakan konser khusus untuk para penggemarnya setiap bulan. Tetapi konser kali ini berbeda dengan konser-konser sebelumnya.

Karena di konser kali ini, Iwan Fals khusus membawakan lagu-lagu bertema penyelamatan lingkungan. Tema ini sengaja dipilih untuk merayakan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Maka, sangat beralasan jika dalam konser kali ini Iwan Fals menggandeng Greenpeace yang menurutnya punya komitmen sangat kuat dalam penyelamatan lingkungan.

Bahkan sebelum konser, panitia menyediakan waktu khusus bagi Bustar Maitar, juru kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, untuk langsung memberikan pesan-pesan kepada para penonton.

"Hutan kita sedang dihancurkan. Kita harus melakukan sesuatu, kita harus mendesak pemerintah untuk melakukan langkah nyata untuk menyelamatkan hutan," seru Bustar yang langsung disambut riuh oleh para penonton.

Bukan itu saja! Iwan Fals memberikan dukungan pada Greenpeace secara nyata, dengan membubuhkan cap tangannya pada Petisi Greenpeace "Stop Penghancuran Hutan".

Meski sekitar 20 lagu bertema lingkungan itu bukan lagu-lagu komersial yang dikenal secara luas, ribuan penonton tetap antusias mengikuti lagu-lagu yang dinyanyikan pria kelahiran 3 September 1961 ini.

Konser dibuka dengan lagu "Hadapi Saja." Lagu ini sengaja dinyanyikan Iwan sekaligus untuk memperingati 12 tahun kepergian putra sulungnya, Galang Rambu Anarki. Kemudian Iwan dengan tegas menyatakan sikapnya terhadap penebangan hutan saat membawakan lagu "Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi." Di lagu inilah Iwan juga menyampaikan pesan dari Greenpeace: "Hutan tidak hilang dengan sendirinya. Hutan sedang dihancurkan. Hentikan sekarang juga!"

"Hutan Sumatera sudah habis, pindah ke Kalimantan. Kalimantan habis, kini pindah ke Papua. Kalau hutan di Jawa sudah habis sejak lama. Tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali menanam dan menghentikan penebangan hutan!," ajak Iwan Fals dari atas panggung.

Dalam konser kali ini, penyanyi Dewi Sandra tampil sebagai bintang tamu. Membuka duet dengan Iwan dengan lagu "Kupu-Kupu Hitam Putih", dilanjutnya dengan lagu "Nyanyianmu", kemudian lagunya sendiri, "Tak Ingin Lagi".

Usai konser, Iwan Fals bersama Dewi Sandra kembali menegaskan komitmennya dalam upaya penyelamatan hutan. Bahkan Iwan bersikap tegas soal penebangan hutan. "Saya dan pak Kaban (Menteri Kehutanan) bersahabat dekat. Tetapi mohon maaf, dengan segala hormat saya sampaikan kepada Beliau: stop penebangan hutan! Biarkan hutan kita bernafas paling tidak 5-10 tahun. Dalam hal ini saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh kawan-kawan Greenpeace melalui petisinya."

Untuk upaya penyelamatan hutan, di akhir percakapan dengan wartawan Iwan menegaskan ia akan tetap berjuang dengan caranya selama ini, melalui lagu-lagunya. "Kalau untuk masalah teknis, kawan-kawan di Greenpeace lebih tahu, lah." ujarnya menutup pembicaraan.

Dukung Kami!

Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace

Kategori