Kemanakah Janji Presiden Yudhoyono yang berkomitmen untuk memangkas emisi dan memerangi perubahan iklim?

Berita - 18 Februari, 2009
Sebelum Presiden Yudhoyono bertemu dengan menteri luar negeri Amerika Serikat Hillary Cliton, Greenpeace kembali memberikan pesan kepada presiden untuk segera mengambil langkah serius untuk menghentikan deforestasi yang terjadi di Indonesia.

Reaksi Greenpeace pada rencana Departemen Kehutanan dan Departemen Pertanian untuk membuka kawasan-kawasan hutan dan lahan gambut untuk dikonversi menjadi bahan kertas dan kelapa sawit. rencana ini menjadikannya mustahil bagi Presiden untuk memenuhi komitmen penurunan 50% emisi yang berasal dari deforestasi yang dibuatnya dan memenuhi kewajiban internasional Indonesia.

Pada  pertemuan G-8 di Tokyo di depan masyarakat internasional presiden mengutarakan komitmen Indonesia untuk memangkas separuh emisi indonesia dari deforestasi pada 2009. Tetapi komitmen ini berbanding terbalik dengan rencana yang di umumkan departemen pertanian dan departemen kehutan untuk membuka kawasan-kawasan hutan dan lahan gambut untuk dikonversi menjadi bahan kertas dan kelapa sawit. keputusan ini menjadikannya mustahil bagi Presiden untuk memenuhi komitmen.

Rencana yang di umumkan tersebut sama seperti membiarkan kerusakan lebih lanjut dari wilayah gambut adalah bencana bagi perang melawan perubahan iklim dan akan mengabadikan posisi Indonesia sebagai pengemisi terbesar ketiga gas rumahkaca di dunia.

Salah satu agenda kedatangan Menlu As ke Indonesia adalah mengenai perubahan iklim. Pertemuan ini sangat penting bagi kedua negara yang menempati  tingkat emisi tertinggi setelah Cina. Sebagian besar mayoritas emisi Indonesia berasal dari deforestasi dan pengeringan dan konversi lahan gambut.

Pemerintahan baru Amerika serikat yang dipimpin presiden Obama menunjukan tanda-tanda keseriusan dalam  menangani perubahan Iklim.  Tindakan Global harus di lakukan baik di negara maju seperti Amerika dengan menurunkan emisi besar-besaran dari industri  dan di negara berkembang seperti Indonesia dengan menghentikan deforestasi.

Pembangunan ekonomi Indonesia seharusnya tidak mengorbankan masa depan dan hutannya. Hutan yang berdiri adalah cadangan karbon yang luarbiasa dan menawarkan lebih banyak keuntungan ekonomis saat masih berdiri ketimbang ditebang dan dibakar.

Katakan Kepada Presiden Indonesia

Ayo, bergabung bersama kami untuk mendesak Presiden menetapkan secepatnya moratorium deforestasi!

Dukung Kami

Yup, Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace