Merdeka Dari Mati Lampu

Greenpeace mendesak Menteri ESDM untuk segera melaksanakan “Revolusi Energi”

Berita - 21 Agustus, 2008
Greenpeace hari ini mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro untuk segera mengambil tindakan tegas guna mengatasi krisis energi serta merealisasikan pernyataan Presiden RI pentingnya target pemanfaatan energi terbarukan dengan mengeluarkan sebuah kebijakan nasional yang menawarkan insentif bagi investasi energi terbarukan serta memberlakukan program efisiensi energi.

Sekertaris Jenderal Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) , Waryono Karno memasang simbol steker listrik yang berasal dari sumber daya energi terbarukan saat aksi greenpeace di depan Departemen ESDM, Jakarta Kamis, 21 Agustus 2008. Greenpeace mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro untuk segera mengambil tindakan tegas guna mengatasi krisis energi serta merealisasikan pernyataan Presiden RI pentingnya target pemanfaatan energi terbarukan dengan mengeluarkan sebuah kebijakan nasional yang menawarkan insentif bagi investasi energi terbarukan serta memberlakukan program efisiensi energi.

Lebih dari empat puluh aktivis Greenpeace yang mengenakan kostum yang melambangkan berbagai sumber energi terbarukan seperti tenaga angin, surya dan panas bumi mendatangi kantor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan membawa steker listrik raksasa dengan spanduk bertuliskan "Merdeka Dari Mati Lampu, Revolusi Energi Sekarang". Para aktivis menyerukan Menteri agar segera memanfaatkan sumber energi terbarukan.

Untuk mencapai kedaulatan energi dan mengatasi permasalahan perubahan iklim, Indonesia harus mengembangkan alternatif sumber daya energi dengan emisi karbon yang rendah. Laporan Greenpeace menunjukkan bahwa kurang lebih 60 persen kebutuhan listrik Indonesia dapat dipenuhi oleh sumber energi terbarukan pada tahun 2050. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia akan impor bahan bakar fosil, menyediakan listrik murah bagi masyarakat dan mengatasi permasalahan krisis energi.

Laporan Greenpeace yang bertajuk 'Revolusi Energi - Prospek Energi Berkelanjutan Indonesia' menawarkan perpaduan antara teknologi energi terbarukan serta efisiensi energi sebagai pilihan sumber energi yang bersih, murah, ramah lingkungan menuju kedaulatan energi. Dengan ini Indonesia dapat terbebas dari fluktuasi harga bahan bakar fosil serta menghindarkan bahayanya energi nuklir, sementara mendorong kebijakan efisiensi energi yang dapat diterapkan segera.

Sebagai contoh, Indonesia memiliki potensi sumber daya panas bumi yang luar biasa dengan kapasitas yang diperkirakan mampu memasok listrik sebesar 27.000 MW atau setara dengan 40 persen cadangan panas bumi dunia. Pemerintah mengatakan bahwa sumber daya panas bumi dapat memasok 30 persen dari rencana pemerintah untuk menambah pasokan listrik sebesar 10.000 MW namun investasi terhambat akibat belum adanya penetapan harga jual yang pasti.

Greenpeace menyerukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk:

  1. Menerapkan target yang mengikat bagi pemanfaatkan sumber daya energi terbarukan,
  2. Menetapkan kebijakan serta insentif fiskal untuk menarik investasi di bidang teknologi energi terbarukan yang menguntungkan dan memungkinkan untuk diterapkan;
  3. Peraturan yang jelas dan tegas perihal implementasi proyek energi terbarukan guna mengurangi birokrasi dan interpretasi ambigu dari peraturan yang ada.

Dukung Kami

Pendanaan Greenpeace TIDAK berasal dari pemerintah atau perusahaan tetapi berasal dari individu-individu seperti anda.