Pemerintah bermuka dua dalam pengelolaan hutan

Greenpeace meminta Departemen Kehutanan menghentikan praktek penimbunan lahan

Berita - 6 Agustus, 2008
Salah satu cara mencegah kerusakan hutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia adalah dengan menghentikan dan mencabut ijin dari Departemen Kehutanan untuk menkonversi kawasan hutan menjadi kawasan perkebunan.

Para aktivis Greenpeace memakai topeng dengan dua sisi muka yang berbeda guna menunjukkan sifat Departemen Kehutanan yang bermuka dua. Para aktivis memegang bibit pohon di satu tangan dan gergaji mesin di tangan lainnya guna menunjukkan bagaimana pemerintah di satu sisi memfasilitasi penggundulan hutan sementara di sisi lain mendorong kegiatan penanaman pohon, Jakarta, 6 Agustus 2008.

Para aktivis Greenpeace memakai topeng dengan dua sisi muka yang berbeda dan memasang spanduk bertuliskan "STOP PENGUNDULAN HUTAN" di Gedung Departemen Kehutanan. Dua sifat yang bertolak belakang disatu tangan memegang bibit pohon dan di satu tangan memegang gergaji mesin yang akan menghancurkan hutan dengan cepat dengan fasilitas yang di berikan departemen kehutanan. Dan slogan selamatkan hutan Indonesia menjadi bohong belaka.

Departemen kehutanan telah memberikan ijin alih fungsi hutan bagi perkebunan kelapa sawit seluas puluhan juta hektar, sementara departemen pertanian menunjukkan bahwa baru sebagian lahan yang telah dibuka di tanami kelapa sawit. Hal ini terlihat adanya sistem penimbunan lahan (land Banking) yang melanggar hukum, Dimana lahan yang sudah di beri ijin di telantarkan begitu saja dan adanya kegiatan seperti yang tercantum di ijin tersebut. 

Perusakaan hutan tropis menyumbang seperlima dari emisi gas rumah kaca (GRK) global setelah sektor energi. Dengan laju kerusakan hutan tertinggi di dunia diantara negara-negara yang memiliki hutan tropis lainnya.

Departemen kehutanan turut menjadi bagian permasalahaan pengundulan hutan. Departemen kehutanan adalah badan pemerintah yang diberi tugas untuk melindungi hutan. Tetapi kenyataannya departemen inilah yang mendorong tingkat perusakaan hutan semakin tinggi dengan memberi ijin alih guna lahan hutan. Kegiatan seperti ini harus di hentikan segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memastikan kehidupan bagi keaneka ragaman hayati serta generasi yang akan datang.

Presiden susilo Bambang Yudhoyono telah mengumumkan pada pidatonya di KTT G8 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan sebesar 50% pada tahun 2009. Greenpeace mendorong sebuah langkah untuk mencapai tujuan tersebut adalah penghentian penebangan dan mencabut ijin-ijin konversi lahan.

Kategori