PLTN Bukan Solusi Energi Indonesia

Tolak PLTN, Jangan Ada Lagi Chernobyl

Berita - 26 April, 2010
Kecelakaan yang sangat fatal terjadi di PLTN Chernobyl, 24 tahun silam. Dan kecelakaan itu terjadi karena pilihan yang salah. Apakah Indonesia akan melakukan pilihan yang salah juga? Bersama masyarakat sipil anti PLTN lainnya(Walhi, Kiara, Jatam, Manusia, IESR, SHI, Satu Dunia dan CSF) dengan banner berukuran 90 meter bertuliskan "No Nukes No More Chernobyl" mendesak pemerintah membatalkan rencana pembangunan PLTN di seluruh Indonesia.

Memperingati Tragedi Chernobyl. Aktivis lingkungan di Indonesia dari beberapa organisasi memegang foto Chernobyl di depan Kementerian Negara Indonesia Mineral dan Energi.

Dua puluh empat tahun yang lalu, reaktor nomor 4  PLTN Chernobyl di Ukraina (saat itu masih bagian dari Uni Soviet) meledak dan melepaskan radiasi tinggi selama 10 hari pertama setelah kecelakaan itu terjadi, dan membuat daerah yang cukup jauh dari pusat PLTN tersebut terkontaminasi seperti  wilayah Skandinavia, Yunani, Eropa Tengah dan Timur, Jerman Selatan, Perancis Utara dan Inggris. Dan efek negatif dari radiasi itu masih terasa hingga saat ini.

Teknologi tinggi PLTN hingga kini belum dapat memenuhi janjinya dalam sektor keamanan. Beberapa kecelakaan dan kebocoran kerap terjadi di PLTN seluruh dunia. Dan itu berdampak negatif untuk masyarakat maupun lingkungan.

Dengan geografis Indonesia merupakan suatu resiko besar untuk sebuah reaktor PLTN. Dengan wilayah yang di kelilingi gunung berapi dan berada di dua lempeng dunia, Indonesia rentan akan gempa bumi.  

PLTN belum mampu menjawab segala masalah yang timbul akibat operasinya yaitu radioaktif yang dapat mencemari masyarakat, limbah nuklir yang tidak dapat di daur ulang karena masih terdapat tingkat radiasi yang tinggi.

Jika pemerintah Indonesia berencana menyiapkan energi yang komprehensif untuk mewujudkan kesejahteraan rakyatnya maka tentu saja bukan nuklir jawabannya.

Masyarakat Indonesia terus di dengungkan kebutuhan akan energi nuklir, padahal saat ini Indonesia hanya memanfaatkan sangat sedikit dari potensi eergi terbarukan yang ada.

Nuklir bukanlah pilihan guna menjawab kebutuhan listrik di Indonesia.  Pernyataan yang dikeluarkan otoritas nuklir dengan menyatakan bahwa  energi nuklir adalah energi paling aman dan murah kepada publik, jelas perlu dikritisi lebih lanjut. Masyarakat atau publik tidak diberikan informasi secara detil tentang dampak serta resiko-resiko yang harus mereka hadapi ketika ada pencemaran dan kecelakaan nuklir terjadi.

Sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia harus terus ditingkatkan dan pemerintah perlu melakukan desentralisasi sistem kelistrikan, serta mengidentifikasi dimana potensi sumber energi terbarukan dapat dikembangkan.

Saat ini kita membutuhkan suatu undang-undang yang kuat untuk mengatur penggunaan energi terbarukan secara massal agar dapat mendorong penurunan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan bahan bakar fosil.

Meninggalkan investasi pada bahan bakar fosil dan beralih pada investasi energi terbarukan adalah langkah bijak suatu negara untuk menyejahterakan masyarakatnya sekaligus menghindarkan diri dari bencana ekologis.

Komik Nuklir

Komik anti nuklir ”Nuclear Meltdown- Pesan dari Kegelapan” adalah upaya Greenpeace untuk menyebarkan pesan bahwa tenaga nuklir akan mempertaruhkan hidup dan lingkungan kita akibat dari industri yang rakus, pemerintah yang sok tahu, dan masyarakat yang tak peduli.

Dukung Kami

Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace. Greenpeace menolak pendanaan dari pemerintah ataupun perusahaan untuk tetap menjaga independen dalam berkampanye.

Kategori