Sinar Mas kebakaran jenggot berbohong pada bursa saham

Berita - 19 Agustus, 2010
Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Permisalan ini dan yang sejenisnya bisa diberlakukan kepada Sinar Mas yang para petingginya, menyusul dirilisnya audit mereka minggu lalu, ketahuan melakukan ‘salah tafsir’ terhadap temuan audit mereka sendiri.

Terlepas dari apa yang dkatakan oleh petinggi perusahaan, audit mereka sendiri menyatakan bahwa operasi mereka tidaklah bersih dari berbagai pelanggaran hukum Indonesia, yang membuat mereka terpaksa mencabut kembali berbagai klaim yang mereka utarakan yang sebenarnya bukanlah hasil dari audit tersebut.

Seperti yang kami ceritakan minggu lalu, hal paling serius yang mereka lakukan adalah pemutarbalikan fakta soal legalitas. SMART, divisi kelapa sawit Sinar Mas, mengumumkan “laporan [verifikasi] ini menunjukkan bahwa SMART beroperasi secara bertanggung jawab dan sejalan dengan hukum dan peraturan sebagaimana yang digariskan oleh pemerintah Indonesia”.

Tapi tunggu dulu, audit tersebut menunjukkan bahwa di 8 dari 11 konsesi yang diperiksa, pembabatan hutan dilakukan sebelum ijin diperoleh. Juga ditunjukkan bahwa Sinar Mas membabat hutan di lahan gambut yang lebih dalam dari 3 meter. Kedua hal tersebut adalah ilegal menurut hukum Indonesia – laporan audit mengkonfirmasi hal ini namun Sinar Mas memutarbalikkan fakta.

Dan ini bukanlah kesalahan satu-satunya: klaim yang sama disampaikan di dalam rilis pers, presentasi, percakapan telepon dengan para analis, konferensi pers di Jakarta dan London, dan wawancara dengan wartawan.

Ketika Sinar Mas terus-terusan melancarakan kebohongannya, auditor mereka sendiri terpaksa mengeluarkan klarifikasi, menyatakan bahwa “ada bagian-bagian dari laporan yang dilaporkan dan diterbitkan secara salah oleh Sinar Mas”. Salah lapor? Saya kira itulah yang akan terjadi jika Anda mempekerjakan Bell Pottinger – satu perusahaan humas yang tugasnya mengeluarkan perusahaan dari skandal – kebohongannya menjadi tak terkendali.

Masih ada lagi kesalahan lain. Laporan kami tidak pernah menyebutkan bahwa Sinar Mas membabat hutan perawan (kami menyatakan mereka membabat hutan penting lainnya, kawasan gambut dan habitat orang utan) dan sekarang auditor menarik kembali klaim perusahaan atas hal ini. Kelihatannya istilah ‘hutan perawan’ (hutan yang tidak pernah dijamah manusia) terkaburkan oleh istilah ‘hutan hujan tropis’ yang mencakup lebih banyak jenis hutan.

Dan lebih lanjut lagi, audit juga menunjukkan bahwa Sinar Mas membabat hutan yang sangat luas tanpa terlebih dahulu melakukan kajian apakah daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki nilai konservasi tinggi. Hal ini merupakan persyaratan dari minyak sawit berkelanjutan (RSPO), dan juga menunjukkan bahwa mereka secara sistematis tidak mematuhi peraturan tersebut, dan bahwa menjadi anggota RSPO tidak menjamin praktik yang baik dan berkelanjutan secara lingkungan.

Cerita bahwa “klaim Greenpeace dibesar-besarkan dan salah” ini juga berlanjut sampai ke laporan perusahaan di bursa saham. Saat ini jurukampanye kami mengirimkan surat ke Bursa Saham Indonesia dan Singapura mengangkat hal ini, bahwa Sinar Mas telah melakukan pembohongan kepada pemegang saham dan juga kepada pedagang dan analis bursa saham. Ini adalah tuduhan yang serius, dan tentunya membuat kebohongan semacam ini membuat mereka menduduki kursi panas.

Minggu terakhir ini telah menjadi minggu gonjang ganjing bagi Sinar Mas. Setelah menggembar gemborkan  bahwa mereka bersih dari tuduhan Greenpeace, auditor mereka sendiri mau tidak mau harus mengklarifikasi pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh Sinar Mas/Bell Pottinger. Sinar Mas telah mengekspos diri mereka sebagai perusahaan pembohong.

Sekarang pertanyaannnya, bagaiman mereka akan bereaksi?