Asia Pulp and Paper Dianugerahi Gergaji Emas

Greenpeace Menyatakan Perusahaan Ini Sebagai Salah Satu Perusak Hutan Terparah di Indonesia

Siaran Pers - 31 Januari, 2011
Frankfurt/Jakarta 31 Januari 2011 – Aktivis Greenpeace menganugerahkan Golden Chainsaw Award (Penghargaan Gergaji Emas) kepada Asia Pulp and Paper (APP) kemarin waktu setempat di ajang Konferensi Kertas dunia Paperworld, di Frankfurt. Penghargaan ini bertepatan dengan pencanangan tahun 2011 sebagai Tahun Hutan Internasional oleh PBB. (1)

"APP dianugerahi Golden Chainsaw Award oleh Greenpeace karena merupakan salah satu perusak hutan terburuk di Indonesia. Kami meminta perusahaan ini untuk membersihkan diri, bertindak untuk menghentikan perusakan hutan alam, yang mendorong perubahan iklim dan mendorong spesies langka menuju kepunahan," kata Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace. "Beberapa perusahaan seperti Metro dan Adidas telah memutuskan hubungan dengan APP karena praktek buruk - kami sarankan perusahaan lain untuk melindungi merek mereka dari perusakan hutan dan mengikuti langkah-langkah mereka," imbuh Corrina Holzel, jurukampanye Hutan Greenpeace Jerman. (2)

Berdasarkan investigasi Greenpeace mengenai deforestasi di Indonesia (3) terpapar bahwa APP melakukan  konversi di areal hutan dan lahan gambut kaya karbon  menjadi perkebunan akasia dan eucalyptus, untuk memproduksi kemasan, percetakan, kertas fotokopi dan kertas tisu di Indonesia dan China untuk dijual di seluruh dunia. (4)

Perusakan hutan yang mereka lakukan menghancurkan habitat alami spesies yang terancam punah seperti orang utan, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu penghasil emisi terbesar di dunia. Investigasi Greenpeace juga mengungkapkan rencana APP untuk melakukan ekspansi di kawasan yang menjadi salah satu tempat perlindungan terakhir Harimau Sumatra yang terancam punah. (5)

Greenpeace menyerukan penghentian segera perusakan di seluruh hutan alam dan lahan gambut Indonesia, dengan mengimplementasikan moratorium (penghentian sementara) perusakan hutan baik izin baru maupun izin yang telah ada.

Catatan untuk Redaktur:

(1) http://www.un.org/en/events/iyof2011/

(2) Adidas, Kraft, Nestlé, Unilever, McDonald’s and Mars, serta perusahaan retail seperti Carrefour, Auchan, Leclerc, Sainsbury, Marks & Spencer, Tesco and Metro menyatakan akan memutus kontrak dengan APP jika tidak segera berubah. http://www.ciesnet.com/pfiles/press_release/2010-11-28_TCGF_final_press_release.pdf

(3) Untuk detail apa saja dampak lingkungan yang disebabkan oleh operasi APP, lihat laporan ‘How Sinar Mas is Pulping the Planet’, Greenpeace International, July 2010. http://www.greenpeace.org/international/en/publications/reports/SinarMas-APP/

(4) Berdasarkan perbandingan data DNPI  (diterbitkan 2009 dan menjadi acuan laporan 2010) menempatkan Indonesia di posisi ketiga penghasil emisi terbesar dunia.

(5) APP berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka di Sumatra dari 2.6 juta ton per tahun (2006) menjadi 17.5 juta ton pertahun. 

 

Kontak:

Bustar Maitar, Team Leader Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, tel: +62 81344666135

Corinna Hölzel, Jurukampanye Hutan Greenpeace Germany: +49-171-8787833

Untuk permintaan foto email ke: