Media Update : Aktivis Greenpeace Menentang Pencemaran Air Oleh Tambang Batubara di Kalimantan Selatan

Siaran Pers - 16 Nopember, 2014
Aktivis Greenpeace hari ini membentangkan spanduk besar bertuliskan" Batubara Mematikan, Kolam Asam, limbah pertambangan, Logam Berat Diproduksi oleh: Arutmin ", di Asam-asam, Kalimantan Selatan, dengan latar belakang kolam pengendapan racun yang digunakan oleh industri batubara. Greenpeace menyerukan pemerintah provinsi dan nasional untuk menghentikan industri batubara yang meracuni sumber air dan lingkungan yang diandalkan oleh masyarakat setempat.

Greenpeace akan merilis laporan berdasarkan hasil 3 bulan penyelidikan pengambilan sampel air di Kalimantan Selatan, yang mengungkapkan bagaimana masifnyaiaktivitas penambangan batubara yang sebagian besar tidak diatur, pelepasan  polutan beracun ke sungai, dan melanggar standar nasional untuk air limbah dari tambang.

"Masyarakat Kalimantan Selatan layak mendapatkan kehidupan lebih baik. Semua orang Indonesia berhak atas keadilan dan kesehatan, masa depan yang cerah, dengan air bersih untuk mereka dan anak-anak mereka. Greenpeace percaya bahwa ada bahaya yang nyata  dan terdapat bahan berbahaya yang dilepaskan ke badan air di Kalimantan Selatan dan lingkungan sekitarnya. Tepat pada saat ini,  masyarakat  setempat mungkin sedang  menggunakan air yang berpotensi tercemar untuk mandi, mencuci, dan kegiatan pertanian. Risiko yang mereka hadapi tidak dapat diterima dan pemerintah harus bertindak untuk menjaga kesehatan dan mata pencaharian mereka, "kata Arif Fiyanto, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.


 

Media Update-EN: Greenpeace Activists Against WaterPollution By Coal Mine in South Kalimantan

"Greenpeace activists today unfurled a large banner reading “Coal Kills Acid Pond, Ingredients mine waste, Heavy Metals Produced by: Arutmin” at Asam-asam in South Kalimantan, which is scarred with toxic settling ponds used by the coal industry. Greenpeace is calling on the provincial and national governments to stop the coal industry poisoning the water sources and local environment that communities rely on.

Greenpeace will release a report based on the results of a 3-month long water sampling investigation in South Kalimantan, which reveals how intensive, largely unregulated coal mining activities  are discharging toxic pollutants into streams and rivers, and violating national standards for wastewater from mines.

"The people of South Kalimantan deserve better. All Indonesians are entitled to justice and to a healthy, bright future, with clean water for them and their children. Greenpeace believes that there is a clear and present danger of hazardous materials being released into South Kalimantan’s water bodies and the surrounding environment. Right at this moment, neighbouring and downstream local communities may be using potentially contaminated water to bathe, wash, and farm. The risks they are facing are unacceptable and the government must act to safeguard their health and livelihood,” said Arif Fiyanto, Greenpeace Indonesia Climate and Energy Campaigner